Bye November 2016



November 2016 telah berlalu. Tibalah Desember 2016. Dulu ketika konsul, dosbing pernah bilang: "Desember sempro ya. Kalau enggak, cari aja pembimbing lain". Gak digituin juga, saya maunya bisa sempro Desember ini. \^^/

Alhamdulillah atas segala hal yang saya dapatkan di bulan November.

3 November, saya ikut Aksi Bela Islam di Padang. Iya, Padang mempercepat aksi ini satu hari. Berbeda dengan daerah lain yang tetap melaksanakan aksi ini pada tanggal 411. Allahuakbar, luar biasa! Baru kali ini saya ikut aksi bersama ibuk-ibuk, bapak-bapak. Biasanya saya ikut aksi dengan massa berstatus mahasiswa. Kali ini berbeda, dan tentunya dengan hawa yang berbeda pula. Bahkan ada ibu-ibu yang membawa anaknya yang tengah tidur di kereta dorong di bawah terik matahari kala itu. Aksi di Padang ini saja sudah terasa luar biasa bagi saya. Bagaimana jika saya ikut yang di pusat sana?

5 November, saya nonton konser amal untuk Palestina. Diadakan oleh FKI Rabbani dalam rangkaian acara AIF (Andalas Islamic Festival). Ini adalah kali pertama saya datang ke sebuah konser. Walau kelihatannya berbeda dengan konser yang (kebetulan) saya lihat di layar kaca, namun tetap saja saya merasa senang. This is my first time! Konser itu adalah konser Maidany. Kali ini saya mendengar lagu Kaca yang Berbedu, Tsabat, dll langsung dari penggubahnya. Kala itu Kang Abik a.k.a Habuburrahman El Shirazy juga menyempatkan hadir di Auditorium Unand.

Pertengahan November, saya bersama tim tangguh: Ani, Chigo, KakSut membuat tiga proposal PKM. Kami membuat di saat genting. Awalnya gak niat bikin, akhirnya bikin juga setelah tahu batas upload diperpanjang. Tidur paling cepat pukul 2 dini hari lalu bangun lagi subuh-subuh. Kuliah pagi. Pulang kuliah, revisian, lanjut ngetik, ketemu dosen, minta ttd, bolak-balik Jati-Limau Manih berkali-kali dan ini enggak dilebaykan. Kami stress? Iya. Kami capek? Iya. Kamu kurang tidur? Pasti. Namun kami pantang menyerah! Hopeless? Pernah sih sebenarnya. Berkali-kali rasanya ingin melambaikan tangan ke kamera. Untungnya di antara kami ada yang berperan sebagai penyemangat di saat yang lain merasa mau melambaikan bendera putihnya masing-masing. Pada akhirnya kami terus berjuang. Semangat. Man jadda wajada. Siapa ada kemauan, pasti ada jalan. Iya, kami merasaannya. Bahkan saah satu proposal telat diupload 20 menit. Kami tetap tak menyerah. Besoknya, saya dapat kabar bahwa upload proposal diperpanjang dua hari lagi, Masyaallah!

Tidak berhenti di situ, masih ada perjuangan mengantar hardcopy proposal ke Kemahasiswaan. Lika-liku kembali menyapa. Kartu tabungan yang diterima hanya Bank Nagari, Bank Mandiri, dan BSM. memutar otak bagaimana caranya. Alhamdulillah melalui Ira, pertolongan itu datang. Pegawai fotokopian BC yang lelet dibanding di Jati menambah stress ini. Lari-lari lagi. Ternyata ada yang salah jilid, lalu saya dan Chigo betukang sampai tangan berdarah kena klep. Terimakasih lakban dan klep serta guntingnya, MPM KM Unand. Hari ini berjumpa lagi dengan yang namanya semangat. Semangat yang sejatinya diciptakan oleh diri sendiri dan kadang ditularkan oleh orang sekitar. Terimakasih atas pancaran semangat itu. Man jadda wajada. Siapa ada kemauan, pasti ada jalan. Lagi-lagi kami merasakannya.

Ada banyak hal lain pada bulan ini.

Kuliah IKM, Filsafat, dan protekling yang sempat awut-awutan karena hampir dua minggu saya demam. Tidur gak teratur. Makan gak teratur. Homesick. Proposalan. Mentoring. GM. Mading. Kaba Sinar. Keseharian anak kosan seperti bersih-bersih kamar, nyuci, masak. Perjalanan Jati-Limau Manih-Jati yang lumayan. Liqo yang enggak lancar tapi kami imbangi dengan Liqo mandiri.

Alhamdulillah. Sebetulnya saya hanya butuh berusaha lebih (dan berdoa). Walau saya punya keterbatasan. Namun hari-hari yang berlalu menghampiri sejatinya selalu memberi ruang alias kesempatan.

Kesempatan di bulan November sudah saya pakai, dengan mungkin tidak maksimal. Kini adalah giliran bulan Desember yang memberikan kesempatannya untuk saya. Bagaimanakah kisah ini akan berjalan?
Lanjutkan membaca

PayPal.Me

Padang--Selasa (18/10) saya mendapatkan email dari PayPal, dan saya dianjurkan untuk membuat akun PayPal.Me. Lebih tepatnya link PayPal.Me saya. PayPal.Me memudahkan pengirim untuk mentranfer doku ke akun PayPal kita karena tinggal mengunjungi link PayPal.Me kita. Linknya pun pendek. Link punya saya adalah https://www.paypal.me/elthnad. Bagi yang mau berdonasi, silahkan klik dan mentranfer agar saya lebih semangat ngeblog. Hehe.


Bagaimana cara membuat akun Paypal.Me?


Kunjungi PayPal.Me, lalu nanti ada tulisan "Buat Tautan Anda" di bilah sebelah kanan. Klik aja, lalu ikuti step singkatnya. Sebentar doang. Tapi sebelumnya, pastikan kamu sudah memiliki akun PayPal. Kalau belum, tinggal bikin dulu. 

Apa itu Paypal?


Kalau belum tau apa itu PayPal, PayPal adalah sebuah layanan transaksi online yang memungkinkan kita untuk mentranfer uang ke akun PayPal kita. Nantinya uang itu dapat dicairkan ke rekening bank kita. Transaksi melalui akun PayPal dinilai lebih mudah. Apalagi setelah adanya PayPal.Me


Semoga bermanfaat, terimakasih telah singgah. Kritik dan sangat yang membangun sangat diapresiasi. Apalagi bagi yang mau mentransfer doku ke akun PayPal saya https://www.paypal.me/elthnad. Terimakasih :)
Lanjutkan membaca

Ingat Aksi, Ingat Sekolah Relawan

"Relawan" terdiri dari kata "rela" dan "wan". Rela artinya ikhlas; tanpa mengharapkan imbalan. Wan adalah kata yang menunjukkan orang atau pelaku. Jadi relawan ialah orang yang melakukan sesuatu dengan rela; ikhlas; tanpa mengharapkan imbalan dalam melakukan aksi relawan. Bagaimana cara menjadi relawan? Secara umum, tidak ada prosedur tertentu untuk menjadi seorang relawan, kita hanya perlu melakukan sesuatu yang ikhlas demi orang lain.

ingat aksi, ingat sekolah relawan

Antara Saya dan Relawan 

Apakah saya pernah menjadi seorang relawan? Pernah. Mungkin teman-teman sudah pernah menjadi relawan baik secara sadar atau tidak sadar. Kapan? Sewaktu menolong orang lain dengan ikhlas, atau sewaktu kita berkorban untuk yang namanya 'kemanusiaan' dan 'kemasyarakatan'.

Dulu saya pernah tergabung dalam Palang Merah Remaja sekolah saya. Ada 7 prinsip kepalangmerahan, yaitu kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, kesemestaan. Tentang kemanusiaan. Di mana harusnya manusia memang dimanusiakan. Tentang kesamaan. Bahwasanya kita ini sama saja, punya hak untuk hidup tenang dan nyaman. Kenetralan, di mana kita tak boleh pandang bulu dalam menolong siapapun. Jadilah relawan yang mandiri, suka rela, untuk menciptakan satu kesatuan di dunia yang damai.

Semenjak di Palang Merah Remaja itu, saya semakin terpupuk untuk menjadi seorang relawan. Bukan hanya karena prinsip, tapi karena pembelajaran dan pemahaman yang telah diberikan oleh senior di sana. Rasa kemanusiaan ini semakin terpupuk di atas sifat saya yang pada dasarnya ialah seorang pengiba terhadap orang lain yang kurang beruntung.

Ingat Aksi, Ingat Sekolah Relawan

aksi sosial penggalangan dana
Saya pernah melakukan aksi kerelawanan. Bakti sosial, pemberdayaan masyarakat seperti memberikan penyuluhan atau edukasi, dan program-program kerja sewaktu melaksanakan Kuliah Kerja Nyata seperti penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, praktik Cuci Tangan Pakai Sabun, cek glukosa untuk masyarakat, praktik sikat gigi yang benar, gerakan pungut sampah, kampanye kesehatan, dan lain-lain. Ikut aksi sosial penggalangan dana pun pernah.

Ngomong-ngomong aksi, jadi ingat slogan "ingat aksi, ingat sekolah relawan"

Apa itu Sekolah Relawan?

Sekolah Relawan adalah sebuah lembaga sosial kemanusian yang fokus pada edukasi kerelawanan serta pemberdayaan masyarakat sebagai wujud aksi nyata kerelawanan (aksi relawan).

Dalam mewujudkan visi "relawan sebagai pemimpin bangsa", Sekolah Relawan memiliki beberapa misi, yaitu edukasi kerelawanan di berbagai bidang, menggerakkan relawan di segala lapisan dan aspek kemasyarakatan, menggerakkan partisipasi aktif masyarakat dalam kemandirian, mengembangkan program kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat, partisipasi aktif dalam berbagai forum kerelawanan dan kemanusiaan dunia, dan berperan aktif dalam kebijakan pemerintah daerah maupun pusat.

Walaupun jadi relawan itu gampang, tinggal laksanakan dengan ikhlas, namun jika kita membutuhkan suatu wadah untuk berbagi ilmu dan atau mengupgrade ilmu kerelawanan, kita bisa bergabung menjadi relawan di Sekolah Relawan untuk melaksanakan aksi relawan kita. Di sana kita bisa ikut orientasi relawan. Caranya? Bisa dengan masuk ke websitenya, terus download tiket orientasi relawan yang ada di sana.

Buat Apa Kita Menjadi Relawan?

Menolong orang lain, mengorbankan waktu, tenaga dan atau materi kita bukan berarti kita membuang-buang waktu, tenaga, dan atau materi kita itu. Percayalah, ada banyak hal yang bisa kita dapatkan kembali dengan menolong orang lain. 

Untuk menjadi seorang relawan, kita dituntut untuk terus belajar agar bisa menjadi lebih baik supaya kita bisa membantu orang dengan baik pula. Contoh kecilnya saja adalah kita dituntut untuk bisa bermasyarakat, ngomong dengan masyarakat, bergaul dengan orang yang sebelumnya kita tidak kenal. Kemampuan komunikasi kita pun meningkat.

Untuk menjadi seorang relawan, bukan hanya softskill saja yang diasah, tetapi hardskill juga. Kita mesti tahu bagaimana cara menolong seseorang. Seperti membangkitkan seseorang ketika jatuh, menolong ia berjalan, mengobati luka, mengangkat, bermacam-macam.

Menjadi seorang relawan membuat kita mempunyai banyak relasi. Bagaimana tidak? Kita bekerja dengan teman-teman. Kita tak lepas dari masyarakat. Jaringan pertemanan relawan itu biasanya luas dan erat.

"Volunteering helps you grow"

Ingat: "Relawan itu tidak dibayar bukan karena tidak berharga, tetapi karena tidak ternilai" -Shelly Anderson. Jangan lupa pula: "ingat aksi, ingat sekolah relawan" ;)
Lanjutkan membaca