5 Pesan Moral Film Encanto (2021)

Saya menonton film Encanto (2021) ini karena dikasih tahu adek saya. Katanya filmnya bagus. Saya ketikkan di google, ternyata film ini meraih penghargaan sebagai Film Animasi Terbaik di Oscar 2022. Jadilah makin penasaran. Saya pun menontonnya di aplikasi Disney+ Hotstar.

Film keluarga yang ringan. Pas juga untuk ditonton di momen hari raya, yang mana biasanya dipakai untuk berkumpul bersama keluarga. (Walaupun saya nontonnya sendirian sih).

Film ini juga kental dengan nyanyi-nyanyian khas Disney, dengan karya-karya Lil Manuel Miranda. Lil Manuel Miranda emang keren ya, kalau menggarap musik.

Dalam film ini, saya memetik beberapa pesan moral, dan menuliskannya pada postingan ini. Sebelum masuk ke pesan moral, saya juga merangkum sinopsisnya terlebih dahulu.

[!] Sebelum lanjut membaca sinopsis dan pesan moral film Encanto ini, saya peringatkan dulu, bahwa konten ini penuh dengan spoiler!


Sinopsis Film Encanto

Film Encanto bercerita tentang keluarga Madrigal yang tinggal di sebuah rumah ajaib, yaitu Encanto. Rumah ini dikatakan ajaib karena anak tangganya bisa bergerak, ubinnya bisa bergerak, jendela dan pintunya juga bisa buka-tutup sendiri. Bukan hanya itu, setiap anggota keluarga memiliki kamar dengan interior yang berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan spesial yang ia miliki.

Namun tidak dengan Mirabel. Pada saat "upacara membuka pintu kamar", Mirabel tidak bisa membuka pintu itu. Ia tidak menemukan kekuatannya.

"Upacara membuka pintu kamar tersebut" dilakukan saat seorang di keluarga Madrigal menginjak usia 5 tahun.

(Saya ingatkan kembali, bahwa konten di bawah sarat akan spoiler - Apa mau ke baca artikel yang lain saja? Klik tulisan ini)

Mirabel menjalani hari-hari dengan mencoba bahagia dan menerima dirinya. Hingga bertahun-tahun kemudian, di hari Antonio, adik laki-lakinya baru saja melakukan "upacara membuka pintu kamar" mendapatkan kekuatan dan kamar baru, Mirabel melihat sesuatu.

Saat itu ia merasa sedih karena berbeda dengan keluarga yang lain. Ia keluar dari kamar Antonio di mana orang-orang berkumpul mengadakan pesta. Saat berjalan di tengah rumah, ia tiba-tiba melihat lantai dan dinding rumah yang retak. Genteng yang pecah pun sempat melukai tangannya.

Mirabel segera berlari ke kamar Antonio, menemui orang-orang dan melaporkan apa yang barusan ia lihat. Semua orang bergegas ke ruang tengah dan melihat semuanya baik-baik saja, tidak seperti yang Mirabel ceritakan.

Mirabel penasaran. Ia mencari tahu apa yang terjadi.

Mirabel pun menemui Dolores, sepupunya yang punya indra pendengaran yang sangat sensitif. Berharap mungkin Dolores mendengar dan mengetahui sesuatu, "bisik-bisik halus" yang terjadi di rumah. Dolores mengarahkan Mirabel untuk bertanya pada Luisa.

Lalu Mirabel pergi membujuk Luisa, kakaknya yang memiliki kekuatan super strong binaraga untuk menjelaskan apa yang ia ketahui. Tak mudah, tapi akhirnya (dengan adegan nyanyian, namanya juga drama musikal?) Luisa pun mengatakan bahwa ia merasa lemah saat Mirabel mengatakan rumah retak tadi malam, seolah kekuatannya menghilang.

Luisa pun mengatakan pada Mirabel bahwa ia mendengar orang-orang dewasa pernah menyebutkan sesuatu tentang penglihatan paman Bruno. Paman Bruno memiliki kekuatan bisa meramal. Dalam penglihatan terakhirnya sebelum ia pergi, paman Bruno melihat kejadian rumah retak tersebut. Sayangnya, ia menghilang entah kemana semenjak melihat kejadian itu. Luisa bilang, barangkali ada petunjuk yang bisa ditemukan di kamar paman Bruno.

Maka masuklah Mirabel ke kamar paman Bruno yang penuh pasir. Di sana juga terdapat banyak anak tangga yang menuju semacam ruangan meditasi. Tak ada magic di anak tangga ini, dan Mirabel harus menaikinya dengan berjalan kaki.

Di ujung, Mirabel menemukan pecahan ramalan paman Bruno. Ia menyusunnya seperti puzzle. Puzzle itu membentuk gambar dirinya berdiri di depan Encanto yang retak. Mirabel sedih, bertanya-tanya, apa benar ia bersalah, apakah ia yang menyebabkan Encanto retak?

(Oke, peringatan lagi ya... Di bawah penuh dengan spoiler! - Apa mau ke baca artikel yang lain saja? Klik tulisan ini)

Suatu ketika, setelah acara pertunangan kakaknya yang kacau, yaitu pertunangan Isabella dan Mariano, Mirabel menemukan pintu tersembunyi di balik lukisan. Ia memasuki pintu itu, melihat ruangan seperti koridor yang sempit dan rapuh.

Bukan hanya ruangan kosong dan tikus-tikus yang ia temukan, tetapi juga ada paman Bruno di sana. Ternyata paman Bruno tak pernah meninggalkan Encanto.

Tak mudah untuk meminta paman Bruno yang trauma untuk melanjutkan ramalannya. Namun akhirnya ia melakukannya juga. Berpengangan tangan dengan Mirabel, Paman Encanto membuka "penglihatannya" bersama Mirabel, dan mereka berdua melihat cahaya hijau membentuk potongan-potongan cerita.

Pada akhir potongan, terlihat Mirabel berpelukan dengan Isabela, kakaknya yang cantik dan mempunyai kekuatan menumbuhkan bunga. Mirabel yang tidak begitu akur dengan Isabella ini merasa kesal dengan ramalan itu.

Tetapi untuk menyelamatkan Encanto, Mirabel pun memaksakan diri menemui Isabela di kamarnya. Isabella sedang kesal karena kekacauan yang terjadi. Ia mau Mirabel meminta maaf karena telah membuat kacau.

Mirabel tidak bisa mengatakannya dengan ikhlas, hingga akhirnya yang keluar dari mulutnya adalah: I.. am... s-sorry *hening sementara* that your life is so great *adegan bergelut* Fine, i apologize. I wasn't trying ro ruin your life! Some of us have bigger problems, you selfish, entitled princess! (Permintaan maaf yang mengandung curahan hati Mirabel yang bisa dibilang sedikit iri dengan kecantikan dan kesempurnaan kakaknya?)

Lagipula Mirabel memang tak bermaksud membuat pertunangan Isabela dan Mariano menjadi kacau.

Mendengar ia dibilang selfish, Isabela merasa tertohok. Hingga Isabela kemudian keceplosan dan mengaku bahwa ia sebenarnya tidak ingin menikah dengan Mariano. Ia hanya melakukan itu demi keluarga.

Mirabel pun mengetahui isi hati Isabela. Kejadian ini membuat mereka berbaikan.

Isabela pun menanggalkan "kesempurnaan" yang selama ini ia kenakan, mencoba menjadi diri sendiri.

Abuela Alma terkejut melihat Isabela. Ia menyalahkan Mirabel. Ini scene yang emosional! Emosi sampai ke puncak kepala. Encanto retak, bahkan rubuh. Mirabel yang merasa sedih, kesal, dan marah lari dari rumah.

Seluruh keluarga mencarinya. Tak ada kekuatan. Dolores tak bisa mendengar kemana Mirabel pergi. Antonio juga tak bisa mendapatkan informasi dari para hewan karena tak mengerti bahasa mereka.

Akhirnya Abuela menemukan Mirabel di tepi sungai, dan Abuela pun meminta maaf.

Mirabel kembali ke rumah yang runtuh.

(Yakin mau baca sampai ending? - Apa mau ke baca artikel yang lain saja? Klik tulisan ini)

Keluarga Madrigal berkumpul di depan puing-puing bangunan. Paman Bruno meminta maaf atas kesalah-pahaman dan kekacauan yang ia buat pada pernikahan tante Pepa. Mereka semua berbaikan.

Para warga datang bahu-membahu menolong membangun kembali Encanto. Kini giliran para warga yang membantu, setelah selama ini mereka dibantu oleh keluarga Madrigal.

Siang dan malam berganti hingga akhirnya Encanto berdiri kembali. Encanto yang tampak seperti rumah biasa.

Sebagai tahap akhir, Mirabel diberi kesempatan memasang gagang pintu depan, dan tiba-tiba magic datang. Encanto kembali menjadi rumah yang ajaib.

Sinopsis Encanto
Encanto, Sumber: movies.disney.id/encanto

Pesan Moral dalam Film Encanto

Pertolongan itu selalu ada dalam kesulitan

Saya termasuk yang percaya bahwa di balik kesulitan itu ada kemudahan. Tinggal bagaimana kita melihat sisi terang, bagaimana kita membuka mata dan hati.

Saat Pedro sang suami meninggalkan istrinya, Alma bersama 3 bayi, Alma tentu bersedih dan terpuruk. Pada saat itu Alma menemukan Encanto. Ia pun berjuang membesarkan anak-anaknya di Encanto.

Setiap orang punya sisi lain dalam hidupnya

Luisa memang kuat. Ia bisa menggendong beberapa keledai sekaligus, mengangkat jembatan, bahkan memindahkan bangunan. Namun siapa yang tahu beban apa yang ia bendung di dalam hati?

Bruno menghilang karena dianggap aneh oleh orang lain. Ramalannya dianggap mengacaukan. Masyarakat bahkan keluarganya memberikan penghakiman yang buruk terhadapnya. Namun jika mengenal Bruno lebih dekat, ia tak seburuk yang diucapkan orang-orang. Bahkan justru sebaliknya. Di dalam hatinya, ia masih mencintai keluarganya, dan masih ingin berada bersama mereka.

Isabela yang terlihat sempurna pun mempunyai problema yang ia simpan. Karena "kesempurnaan" itu, ia menjadi tak bebas menentukan pilihannya sendiri.

Perlu speak up agar orang lain tahu

Semua akan tetap salah paham terhadap Bruno jika ia terus-menerus lari dan bersembunyi, tak mau membuka diri.

Barangkali Isabela juga akan terus terkurung dalam "kesempurnaan" dan tidak menjadi dirinya sendiri jika tidak mengatakannya.

Ini agak ngeselin sih, tapi kenapa nggak saling jujur aja ya, Isabela dan Mariano, bilang kalau mereka tak saling mencintai?

Perlu mendengarkan orang lain dengan baik

Speak up saja nggak cukup, masih setengah, karena perlu ada yang mendengarkan.

Perlu saling mendengarkan pendapat anggota keluarga secara terbuka, tanpa mudah menghakimi.

Kalau tidak, entah sampai kapan Bruno berada dalam persembunyian karena kesalahpahaman. Dolores terpaksa kehilangan cintanya, sementara Isabela dan Mariano menikah tanpa afeksi.

Rumah juga berarti keluarga

Encanto diibaratkan sebagai keluarga yang utuh. Retaknya Encanto adalah karena perselisihan keluarga. Utuhnya Encanto adalah karena rukunnya keluarga.

Sebab, rumah juga dapat diartikan sebagai keluarga. Pulang ke rumah, bisa berarti pulang ke keluarga —di mana pun keluarga itu berada.

*

Tulisan ini diikutsertakan dalam BPN 30 Day Ramadan Blog Challenge oleh Blogger Perempuan, dengan tema hari ke-21: Film yang Berkesan beserta Sinopsisnya

Blogger Perempuan

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan kritik dan saran yang santun dan membangun :)

About

Taruih Baraja merupakan sebuah personal blog yang membahas beragam topik kesukaan Penulis, seperti Kesehatan, Teknologi, Home Living, dan lain sebagainya [...] Read More

Contact

taruihbaraja@gmail.com
@taruihbaraja
@taruihbaraja

Made with ❤ Taruih Baraja