Taruih Baraja Beranda Tentang

Kursus Bahasa Inggris untuk Anak

Saya jadi teringat masa-masa kecil dulu. Bahasa Inggris bukanlah bahasa ibu saya, dan saya tidak diasuh dengan bahasa Inggris. Selain berhitung satu sampai sebelas, kosa kata bahasa Inggris saya hanya sebatas yes, no, kemon (come on, yang dulu saya tidak tahu bagaimana tulisannya, tapi paham maksudnya apa), sama no smoking (kata-kata ini keluar dari sebuah asbak hitam, haha ironi ya?)

Ketika di Sekolah Dasar dulu, nilai mata pelajaran Bahasa Inggris saya lumayan hancur, tidak mencapai batas minimal pada ulang harian maupun latihan, dan menjadi mata pelajaran yang memusingkan kepala. Padahal seingat saya bukunya pelajarannya adalah buku cetak yang paling menarik dibandingkan dengan yang lain, penuh gambar ilustrasi dan warna yang mengesankan. 

Beberapa kosa-kata-baru mampu saya tangkap, namun sangat lemah di penggunaan tenses. Saya teringat, sewaktu Sekolah Dasar dulu saya beberapa kali pergi ke bazar buku, dan salah satu buku yang saya beli di sana adalah buku tenses. Saya menyampul buku itu dengan baik-baik, saya jadikan ia sebagai buku saku pedoman, tapi emang dasarnya saja saya tidak memahami penggunaan tenses, jadi buku itu tidak banyak membantu karena entah mengapa lola sekali diri ini memahami.

Keadaan tidak jauh berbeda ketika saya memasuki Sekolah Menengah Pertama. Remedial pun masih saja menjadi kawan. Bahkan saya ingat sekali seorang teman memohon untuk menggenapkan nilai tes Bahasa Inggris saya yang sangat-sangat tanggung untuk mencapai batas minimal. Haha. Duh, baiknya teman saya itu. Padahal saya tidak menangis dan menunjukkan emosi negatif, walau memang kecewa dalam hati. Ya, waktu itu saya mendapatkan nilai berakhiran angka 9, tinggal 1 poin saja untuk tidak mencapai nilai tuntas. Untungnya itu bukan nilai akhir yang ada di rapor semester, karena meski tidak semulus jalan tol, saya masih bisa lulus dengan nilai Bahasa Inggris pas-pasan.

Nasib demikian rupanya berubah ketika saya naik kelas delapan. Saat itu, saya menonton sebuah film di televisi. Film anak-anak yang sebetulnya sudah tayang di bioskop, hanya saja saya baru dapat menontonnya ketika ditayangkan ulang di televisi. Entah apa yang merasuki, tetiba saya jadi ingin ke London, UK. Keinginan itu membuat saya termotivasi dan bersemangat untuk belajar bahasa Inggris. Tak peduli dulu di sekolah acuannya British atau American, yang penting bahasa Inggris sajalah. Sejak saat itu, bahasa Inggris menjadi mata pelajaran yang menyenangkan.

The View from The Shard, London, United Kingdom, 2017
Sumber gambar: Foto oleh Henry Be via Unsplash

Kelas delapan Sekolah Menengah Pertama, saat di mana saya mulai bisa memperbaiki Bahasa Inggris saja. Saat itu saya berusia 13 tahun, kurang lebih.Teman-teman seusia saya yang lain tentu banyak yang lebih jago.  Tidak tahu kenapa bisa, barangkali memang ikut Kursus Bahasa Inggris adalah salah satu faktornya.

Meskipun kita sudah belajar di kelas, nyatanya anak-anak yang mengikuti Kursus Bahasa Inggris Anak pasti mendapatkan paparan materi pembelajaran yang lebih banyak, dalam kata lain, praktek berbahasa yang lebih banyak juga.

Saya pernah membaca, ada program Kursus Bahasa Inggris Anak yang diperuntukkan bagi yang berusia 3-12 tahun. Muda sekali bukan? Ketika saya baca terus mengenai kursus itu, saya mendapatkan info bahwa metodenya adalah implisit learning, jadi bukan dengan pemaparan teori-teori. Mungkin inilah yang membuat pelajaran Bahasa Inggris menjadi lebih menyenangkan? Metode yang lebih banyak ke conversation for kids membuat pelajaran menjadi praktis dan memanglah praktek secara langsung bikin lebih seru dan terasa manfaatnya.

Entah mungkin memang karena sewaktu kecil saya kurang terpapar dengan bahasa Inggris, sehingga perkembangan berbahasa Inggris saya cenderung lemah, atau mungkin memang motivasi yang belum kuat, namun saya percaya jika bahasa ini diperkenalkan sejak dini dengan cara yang seru, anak-anak akan lebih mudah mengikuti dan mengerti bahasa Inggris ini.

11 comments:

  1. Iya, sih. Memang usia 3-12 tahun itu yang paling efektif untuk belajar bahasa asing.

    ReplyDelete
  2. Sepertinya kita samaan deh mbak. Sejak kecil nggak akrab dg bahasa Inggris, untungnya waktu kelas 6 SD khursus bahasa Inggris, lumayan lah soalnya di sekolahku nggak ada mapel b. Inggris pun🤣

    ReplyDelete
  3. Mampu berbahasa Inggris sudah menjadi keharusan saat ini ya, Saya pikir, mengenalkan bahasa Ingris melalui bacaan, game atau aplikasi edukatif pada smartphone bisa jadi langkah awal sebelum anak diberi kursus. Yang penting suka dulu.. Jangan jadi kayak emaknya, yang serba telat hehe

    ReplyDelete
  4. Sama Mbaaaa....aku kecil mana paham bahasa Inggris. Kenalnya baru SMP. Itu pun pusing menghapal kosa kata... hahahaha. Lulus SLTA coba kursus. Tetap aja payah? Emang enggak bakat kali ya? Beda dgn anak sekarang. Masih kecil sudah cas cie cus

    ReplyDelete
  5. Saya zaman sekolah justru seneng banget sama pelajaran Bhs Inggris, Mbak, soalnya punya cita-cita pengen kirim surat ke artis bule yg waktu itu jadi idola wkwkwk... Saking semangatnya, Bhs Inggris adalah nilai terbaik saya di rapor, meskipun sekarang udah lupa karena jarang dipakai.

    ReplyDelete
  6. Benar sekali saat ini bahasa Inggris adalah bahasa yang harus dikuasai kalau ingin bersaing internasional. Bidang apa pun itu. Makanya anak-anak memang harus bisa bahasa itu.

    ReplyDelete
  7. Duh, samaaa, aku bahasa inggris juga belepotan, berasa banget nggak ngerti-ngerti. Ditambah guru inggris dari SMP sampai SMA killer semua. Ngantuk banget kalau pas pelajaran bahasa inggris.

    ReplyDelete
  8. Saya lama banget gak melatih bahasa Inggris dan skrng gagap gagap nih kak kalau ngomong bahasa Inggris. Memang harus rutin berbahasa Inggris walau hanya menonton film barat saja

    ReplyDelete
  9. Saya baru dapat pelajaran Bahasa Inggris itu di Kelas 1 SMP (kelas 7), dan saat catur wulan pertama raporku terbakar gegara dapat nilai merah tuk pelajaran Bahasa Inggris itu, setelah terima rapor itu saya bertekad untuk sungguh2 belajar Bahasa Inggris agar bisa dapat nilai yang lebih baik lagi, akhirnya kuliah pun ambil jurusan Bahasa Inggris.

    Beruntung lah ya anak-anak sekarang, dari kecil udah bisa kursus Bahasa Inggris bahkan mereka bisa belajat otodidak dari tontonan mereka, seperti ponakan-ponakan saya bahkan anak sulungku juga, Alhamdulillah 😁

    ReplyDelete
  10. Bener ini mbak. Kayak saya yang lulusan pendidikan bahasa Inggris harusnya ngajarin anak lebih baik ya, nyatanya masih suka nunda-nunda karena merasa belum saatnya.

    ReplyDelete
  11. kalau untuk generasi sekarang bahasa Inggris itu kayaknya wajib banget buat dikuasai. Aku sendiri belum tahu nih gimana cara efektif buat mengenalkan bahasa inggris ke anak. kalau dulu aku belajar bahasa inggrisnya malah dari ikutan forum drakor gitu yang postingnya harus bahasa inggris. sekarang sudah hilang bahasa inggrisnya gara-gara jarang ikut forum

    ReplyDelete

Terima kasih telah meninggalkan kritik dan saran yang santun dan membangun :)