Surian: Daun Jadi Pangan, Batang Jadi Papan

Surian merupakan salah satu tumbuhan yang terdapat di Indonesia. Tumbuhan ini termasuk ke dalam suku Meliaceae. Surian merupakan tanaman serba guna. Pohonnya digunakan sebagai bahan bangunan. Daunnya digunakan sebagai pengobatan diare, penyakit usus, tonikum, obat demam dan pembengkakan ginjal. Daun surian juga digunakan sebagai pengusir serangga terutama untuk membunuh kutu busuk yang hidup dicelah-celah papan, pengusir hama tanaman padi dan digunakan juga sebagai penyedap rendang belut.[1]

Rendang Daun Kayu

Suatu hari saya diajak ke parak (kebun) untuk memetik dedaunan. Ada beberapa jenis daun, tetapi yang saya ingat betul adalah daun dari sebuah batang pohon dengan wangi yang khas. Namanya pohon Surian, dan daun Surian adalah daun yang paling banyak dikumpulkan dibandingkan dengan dedaunan lainnya.

Setelah mengumpulkan daun-daun, pekerjaan selanjutnya adalah membuang tulang daun yang keras. Sebetulnya daun-daun yang dikumpulkan pun merupakan pucuk-pucuk daun dan daun-daun muda, sehingga tulang daunnya tidak begitu keras. Tulang daun yang dibuang pun adalah tulang daun yang berada di tengah-tengah daun muda.

Untuk apa daun-daun itu? Untuk membuat rendang! "Rendang Daun Kayu", begitulah namanya. Yap, rendang memang bukan hanya dari daging. Ada banyak varian rendang, dan rendang daun kayu adalah salah satunya. Sesuai dengan namanya, rendang daun kayu terbuat dari bermacam-macam daun. Daun Surian adalah salah satunya.

Cara membuat rendang daun kayu ini tidaklah berbeda dengan membuat rendang pada umumnya. Bahannya pun masih rempah-rempah seperti jahe, lengkuas, bawang merah, bawang putih, cabe, batang sereh, daun kunyit, daun salam, daun jeruk, ditambah garam, dan tentu saja santan. Hal yang membedakan adalah bahan utamanya yaitu daun-daun. Ada yang menambahkan belut atau ikan.


Semoga semakin banyak yang tahu dengan rendang daun kayu ini, dan tertarik untuk mencobanya. Jika berkunjung ke Payakumbuh, Sumatera Barat, singgahlah ke pusat oleh-oleh untuk membeli rendang ini. Sayang, menurut hasil survei saya pada bulan Februari ini, belum semua pusat oleh-oleh di Payakumbuh yang menjual rendang ini. Entah karena kurangnya permintaan, saya tidak mengerti. Padahal rasanya enak lho. Selain lezat, rendang juga mengandung nutrisi.

Menurut penelitian Helmizar, Fasli Jalal, dan Indrawati Lipoeto (maaf, jika saya tidak menulis gelar), rendang memiliki kadar flavonoid yang tinggi yakni lebih dari 70 mg. Flavonoid merupakan komponen antioksidan yang potensial. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa kadar flavonoid beberapa masakan tradisional Minang adalah cukup tinggi terutama masakan jenis sayuran yang diolah dengan menggunakan santan dan bumbu-bumbu tradisional.[2]


Pohon surian ini biasanya merupakan salah satu komoditas yang tumbuh di hutan rakyat. Kelompok Keahlian pada Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) pernah meneliti berbagai manfaat dari budidaya pohon Surian ini. Pohon surian memiliki tekstur permukaan kayu yang mirip kayu jati, tergolong kelas kayu indah (fancy wood), namun dapat dipanen lebih cepat.[3]

Keberadaan hutan rakyat tentunya membawa kebaikan. Hutan rakyat dapat menjadi sarana dalam meningkatkan taraf perekonomian masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam, di samping fungsi hutan sebagai penghasil oksigen dan mencegah banjir.

Amatlah disayangkan jika manusia yang sebetulnya bergantung dengan hutan malah merusak hutan. Kita tidak sedang berbicara tentang manusia yang tinggal di dalam rimba saja, akan tetapi seluruh manusia.

Oleh karena itu, pengelolaan hutan rakyat (dan hutan lainnya) sangat diperlukan. Selain memperoleh konsumsi dari hutan, kita juga mesti melakukan produksi demi hutan (baca: penanaman dan pengelolaan hutan).

Kita semua berharap agar ekonomi sehat, lingkungan juga sehat. Kita mempunyai keinginan akan terwujudnya suatu tatanan sosial, ekonomi dan politik yang adil dan demokratis yang dapat menjamin hak-hak rakyat atas sumber-sumber kehidupan dan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan. Eh, itu mah visinya WALHI. (Siapa yang mempunyai visi yang sama dengan WALHI?)





[REFERENSI]

[1] Adlis Santoni, Hazli Nurdin, Yunazar Manjang, Sjamsul A. Achmad. 2010. Isolasi dan Elusidasi Triterpenoid Kulit Batang Surian Toona Sinensis dan Uji terhadap Hama Crosidolomia pavonana. Jurnal Riset Kimia FMIPA Universitas Andalas Vol 3 No 2 hlm 103-111

[2] Helmizar, Fasli Jalal, Nur Indrawati Lipoeto. 2009. Antioksidan dalam Masakan Minang dan Potensi Protektif terhadap Risiko Penyakit Kardiovaskular. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas Vol 4 No 1 hlm 13-20

[3] Adi Permana. 2019. Institut Teknologi Bandung. https://www.itb.ac.id/news/read/57075/home/mengenal-ragam-manfaat-pohon-surian-lewat-bedah-buku-teknik-budidaya-dan-pengolahan-kayu-surian (diakses tanggal 18 Februari 2018)

34 comments:

  1. Lagi pas baca buku Rendang Traveler pun saya kaget kalau ada ya Rendang Daun Kayu, haha... Bahannya pun unik juga, yaitu salah satunya dari daun surian. Moga ada kesempatan saya untuk nyobain salah satu dari ragam rendang di Payakumbuh ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rendang Traveler-nya bu Reno Andam Suri ya mbak? Wah, bagaimana bukunya?

      Delete
  2. Wow, selama ini saya kira daun surian juga berfungsi buat peneduh, Kak. Ternyata bervitamin dan bisa dimasak juga ya. Emang harus ke Sumatera Barat nih kayaknya supaya bisa nyicipin rendang daun surian :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selain bikin teduh, daun surian juga bisa bikin kenyang, Mbak ^_^ Ayo ke Sumbar ^_^

      Delete
  3. Wow baru tahu kalau rendang ada yang terbuat dari daun kayu surian. Tapi kayaknya di Bandar Lampung gak ada lagi pohon itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa sih Mbak? Hm, mungkin Mbak Mega bisa mulai menanam pohon ini di Bandar Lampung :D

      Delete
  4. Saya malah baru denger tentang daun surian. Itu ternyata bisa dimakan, ya? Lihat di picturenya kirain pohon biasa aja. Hasil hutan memang banyak ragamnya, ya.

    ReplyDelete
  5. unik sekali artikelny kak, rendang daun surian. cocok sekali untuk pecinta rendang yg jg vegetarian 🌱 nih.,terima kasih ulasanny ka^^

    ReplyDelete
  6. Pohon surian ternyata bisa dimakan, kirain hanya sekedar tanaman peneduh.

    Alhamdulillah, Allah Ta'ala memang Maha Kaya ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Errr saya belum pernah makan pohonnya. Kalau daunnya sih pernah, Mbak. Ehe

      Delete
  7. Wah, baru tahu ada rendang ini. Selama ini tahunya rendang ya dari daging. Bolehlah dicari. Ingin icip-icip.

    ReplyDelete
  8. Wahhh rendang daun kayu cuma ada di Payakumbuh aja ya? Kebetulan sahabat dari Sumbar banya yang asli Payakumbuh. Tapi belum pernah ada yang cerita rendang daun kayu hehe. Semoga suatu saat nanti bisa main ke sana dan nyobain rasa aslinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya belum pernah menemukan rendang ini di luar daerah Payakumbuh. Mungkin main saya kurang jauh? Atau memang belum ada?

      Delete
  9. Saya sampe baca dua kali,, soalnya kan biasanya rendang yg saya tau dari daging hehe,,
    Ini makanan khas Sumatra Barat yg unik,, jadi pingin coba deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah terima kasih sudah rela membaca tulisan saya 2x. hehehe. Ayo dicoba Mbak, terus direview, terus tag (backlink) ke saya. heheh

      Delete
  10. Aku baru tau loh ada makanan ini. Kupikir rendang itu hanya berlaku untuk daging. Ternyata ga yaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemana aja Mbak? Hehe. Ayo diulas Mbak, abis itu tag (backlink) ke saya :D

      Delete
  11. Saya baru tahu varian rendang lain yang ada di pusat oleh-oleh itu rendang telur mbak, ternyata rendang daun kayu ada juga ya di payakumbuh. Insya Allah kalau ada kesempatan mau cari hihihi.
    Btw hutan sekarang memang semakin terkikis dengan dalih pembangunan. Padahal ujung-ujungnya banjir karena kurangnya daerah resapan air. Semoga manusia semakin bijak melihat fenomena alam yang semakin rusak ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Entah apa penyebab deforestasi... Banyak. Komentar Mbak bikin saya ingat koala-koala itu. Walau pembahasan jadi melompat ke sana... Tapi ya, sedih sekali jika hutan dieksploitasi, dan bukan hanya koala yang mengungsi, bukan hanya koala yang akan menangisi.

      Delete
  12. Unik, baru tahu ada rendang daun kayu. Rasanya gimana ya? Pasti lebih light gitu nggak seberat rendang biasa. Jadi pengin coba euy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hm, agaknya saya belum berbakat menjadi food reviewer :/ Coba rasakan sendiri Mbak, ehe ehe he

      Delete
  13. Baru tahu banget ada rendang daun kayu. Selama ini tahunya ya rendang daging. Kok penasaran ya sama rasanya. Bikinnya selama bikin rendang daging gitu gak?

    ReplyDelete
  14. Sejujurnya aku baru tau tentang daun surian dan masakan rendang daun kayu. Aku jadi kepengen cobain mbak hehehe

    ReplyDelete
  15. Novemebr 2018 aku traveling ke Payakumbuh 2 hari, Mbak..gatau kalau ada rendang dari surian ini. Tapi aku beli rendang kering daun..apa dari ini ya..Kok jadi penasaran sama rasanya. Enak nih kayaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apakah mba Dian lupa melihat komposisinya? Hehehe

      Delete
  16. Wahhh ternyata ada juga rendang yang dari daun, ya? Unik, niiih. Bikin penegn nyoba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada kak. Rendang itu ga cuma dari daging hehe

      Delete
  17. Saya belum tau Tanaman surian ini, kayanya Di tempat saya gak Ada, apa emang jangan2 gak engeh ya, penasaran dengan rendang daunnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ingin sekali ku mengirimmu rendangnya kak. Tapi sayang saat ini belum bisa :(

      Delete
  18. Dulu Ibu ku sering masah dedaunan ini surian. Meski berbau menyengat tapi ketika diolah menjadi anyang. Rasanya luar biasa Kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum pernah aku dengar anyang surian. Wah, terima kasih infonya kak

      Delete

Terima kasih telah meninggalkan kritik dan saran yang santun dan membangun :)