Soto Ayam Tanpa Kemiri: Sebuah Eksperimen

Pada suatu hari, saya mencoba membuat soto. Sebetulnya ada banyak varian dari makanan berkuah  yang satu ini, termasuk bahan dan cara membuatnya. Ada soto daging sapi, ada soto daging ayam, dan lain-lain. Namun kali ini saya ingin mencoba membuat soto, soto ayam.

Sebelumnya saya pernah belajar membuat soto kepada tante saya. Sayang, karena kealpaan saya dalam mencatat resep dan ditambah ingatan yang sedang tak dapat diandalkan, saya tidak bisa mengulang kembali langkah-langkah yang telah diajarkan si tante. 

Apa boleh buat, sudah tengah malam, dan saya pun segan untuk menelepon. Sementara saya seperti tak punya waktu esok. Beruntunglah saya (dan kita) yang mempunyai akses internet untuk mencari informasi.

Meskipun ada beragam soto, baik dari segi nama (ada soto, coto, sroto, dsb), bahan (daging sapi, ayam, dsb), serta kuah (dengan santan, dan tanpa santan), tetapi pada bumbu dan pelengkap biasanya tidak jauh berbeda.

Bumbu yang digunakan untuk membuat soto biasanya terdiri dari: jahe, lengkuas, kunyit, bawang merah, bawang putih, garam, merica, kemiri, daun salam, daun jeruk, dan serai. Beberapa ada yang menggunakan rempah seperti bunga lawang kayu manis, cengkeh, serta buah pala.

Seperti apa saya membuat soto ayam? Berikut saya uraikan.

Bahan:
Ayam
Bunga lawang
Kayu manis
Cengkeh
Pala
Garam
Lada
Daun salam
Daun jeruk
Serai
Air

Bumbu halus:
Bawang merah
Bawang putih
Jahe
Kunyit
Lengkuas
Garam

Cara membuat:
1. Baluri ayam dengan jeruk nipis
2. Rebus ayam dengan air (tentu saja) bersama bunga lawang
3. Tumis bumbu halus dengan daun salam, daun jeruk, serai (yang telah dimemarkan) hingga harum
4. Masukkan bumbu yang telah ditumis ke dalam panci
5. Masukkan kayu manis, cengkeh, pala (parutannya).
6. Tambahkan garam dan lada, lakukan koreksi rasa.
7. Masak hingga ayam empuk
8. Keluarkan ayam, lalu suwir.

Langkah-langkah sederhana, sesederhana ilustrasinya

Saya punya catatan untuk kita semua:

1. Yup, saya tidak memakai kemiri. Alasannya? Karena kehabisan stok dan ya, kurang persiapan.

2. Ada yang tidak menghancurkan lengkuas, melainkan hanya digeprek saja.

3. Sebelum menghaluskan kunyit, ada yang membakar kunyitnya terlebih dahulu.

4. Ada yang menggoreng ayamnya terlebih dahulu barulah disuwir.

Boleh dikatakan bahwasanya resep saya bukanlah resep otentik. Saya pun belum tahu bagaimana resep otentik dari soto ini. Saya juga tidak mengerti jenis soto apa yang saya buat. Soto Padang jelas bukan, meskipun memakai cengkeh dan sebagainya. Soto Betawi tentu saja juga bukan karena saya memakai ayam dan tidak memakai santan. Entah soto mana.

Entah bagaimana pula komentar juri jika saya mengkhayal membuatnya di galeri Masterchef. Namun soto ala ala ini masih bisa dimakan kok. Cita rasanya juga tidak mengecewakan (hm, saya juga tidak memiliki ekspektasi tinggi), setidaknya begitu lidah saya yang masih awam ini. Tapi juga setidaknya saya tidak sakit perut setelah memakannya. Alhamdulillah, juga memberikan tenaga untuk berpuasa setelahnya.

Tambahan catatan: Mohon maaf, tidak saya cantumkan dengan jelas takaran bahannya. Saya pun hanya mengira-ngira sambil melakukan koreksi rasa.

Sekian eksperimen kali ini. Semoga dapat menjadi catatan untuk kita semua(?)

Soto ini saya tambahkan nasi.
Penampakannya tidak cukup menggoda ya? Hehe. 

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan kritik dan saran yang santun dan membangun :)