Pilihan Tempat Buka Bersama

Tampaknya buka bersama (bukber) sudah menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan oleh banyak kalangan pada saat bulan puasa. Mulai dari anak sekolah/kuliah, alumni, bersama rekan-rekan kerja, keluarga besar, atau warga tempat tinggal. Saya pun telah ikut mencoba berbagai kegiatan bukber ini. Berikut akan saya coba merangkum di mana saja kita bisa mengadakan bukber (berdasarkan pengalaman yang barangkali belum seberapa).

Bukber di tempat makan/ restoran/ kafe/ apapun itu namanya

Pilihan yang pertama ini agaknya sudah begitu lumrah. Dilakukan ketika berada di perantauan ataupun saat di kampung halaman. Kalau ada rencana bukber, maka yang dilakukan adalah membuat daftar tempat makan. Tak jarang tempat yang dituju menjadi sangat penuh, sehingga harus melakukan pemesanan tempat (booking) terlebih dahulu, baik untuk beberapa meja atau untuk semua meja.

Bukber di sebuah tempat makan

Kita tidak perlu menyiapkan makanan jika melakukan bukber di tempat makan. Jadi tinggal pesan, duduk, dan makan (tentu saja tak lupa bayar kecuali kalau kita yang punya tempat makan itu). Tidak perlu mencuci peralatan makan.

Namun barangkali kurang cocok bagi yang sedang mengalami kantong kering (kecuali ada yang mau mentraktir). Kekurangan bukber di tempat makan juga bisa disebabkan kalau tempat makan itu tidak memiliki tempat ibadah yang memadai atau sama sekali tidak punya mushalla. Beruntung jika ada masjid di dekat area tempat makan.

Oleh karena itu, pemilihan tempat makan ini menjadi hal yang mesti diperhatikan. Kalau tak mau kecewa, boleh adakan riset kecil-kecilan soal tempat makan yang menjadi opsi, dan memberikan usul serta alasan kepada teman-teman.

Bukber di rumah

Kita juga bisa mengadakan bukber di rumah. Bukber di rumah membuat kita lebih leluasa untuk mengatur waktu ketimbang di tempat makan yang memiliki waktu buka-tutup (tapi relatif juga, ada tempat makan yang 24 jam, ada pula tuan rumah yang membatasi waktu).

Cekrek dulu di depan hidangan

Ada beberapa cara penyiapan makanan jika melakukan bukber di rumah, yaitu:

1. Cara pertama adalah: makanan dimasak bersama.

Memasak makanan bersama menjadikan kita sedikit kerepotan, namun memasak bersama juga dapat menjadi bentuk quality time dengan sesama. Jika berpandai-pandai, memasak makanan dapat membuat pengeluaran menjadi lebih hemat ketimbang membeli makanan.

2. Cara kedua adalah: makanan dibeli aja.

Kalau mau yang praktis, kita bisa memesan makanan kepada penyedia jasa katering, atau jika ingin yang lebih sederhana, nasi bungkus dan semangka juga dapat dinikmati.

Tak perlu khawatir akan bagaimana sholat kita jika mengadakan bukber di rumah (kecuali jika sumber air di sana susah, itu mah bukan kasus umum). Bukber di rumah juga akan membuat tuan rumah akan sedikit kerepotan mengatur tempat rumah agar nyaman ditempati bersama (kecuali jika jumlah yang ikut bukber bisa dihitung jari). Saya juga pernah ikut bukber di rumah yang tenda-an.

Sebelum melakukan bukber di rumah, tentulah dipertimbangkan dan didiskusikan bersama-sama perihal rumah mana/ siapa yang cocok dijadikan tempat. Baik itu dari segi luas rumah untuk menampung orang-orang, dan juga akses ke sana.

Bukber di gedung (aula/ ballroom)

Hampir sama dengan mengadakan bukber di rumah soal penyiapan makanannya, entah dimasak bersama atau dipesan. Kalau bukber di hotel berarti pakai jasa dari hotelnya.

Sederhana dan bersahaja di sebuah aula

Ada beberapa pilihan gedung yang bisa dijadikan, mulai dari ballroom hotel, aula sebuah instansi/ kantor, hingga gedung di sekolah dan/ atau kampus. Beberapa pilihan gedung tentunya juga beruntut pada pilihan bayar sewa atau modal surat peminjaman atau bahkan tidak perlu keluar biaya sewa sama sekali. Penggunaan waktu juga bergantung pada gedung mana yang dipakai dan sesuai dengan perjanjian pemakaian. Berikut juga tenaga untuk dekorasi, apakah ada yang melayani atau dilakukan secara mandiri.

Menyoal ibadah sholat terutama sholat maghrib, ini tergantung kondisi gedung (dan toiletnya). Sepengalaman saya, bukber di gedung, tidak usah khawatir dengan hal tersebut. Mestilah sebelum memilih gedung, hal ini diperhatikan (kecuali hal-hal mendadak datang di luar kuasa kita).

Tidak ada tuan rumah, tentu saja, yang ada adalah penanggung jawab yang memesan gedung. Namun demikian, selayaknya kita bersama-sama ikut bukber, kita pun bersama-sama ikut tertib mentaati peraturan. Bukber di gedung biasanya juga terbatas waktu. Namun siapa yang butuh makan berlama-lama?

Bukber di masjid (dan/atau surau)

Bukber di masjid biasanya dilakukan oleh warga sekitar. Di ranah minang, ada namanya surau. Hampir sama dengan masjid, namun surau biasanya "dimiliki" oleh suatu kaum (suku). Kaum itu juga tinggal di sekitar surau.

Biasanya warga sekitar membawa makanan ke masjid, juga dengan beberapa piring. Begitulah gotong-royongnya. Beberapa masjid juga memiliki piring dan gelas, sehingga dapat dipakai dan membuat bawaan lebih enteng. Nanti juga bergotong-royong membersihkan piring dan menyapu lantai.

Selain itu, ada pula masjid-masjid yang menyediakan makanan berbuka secara gratis. Termasuk pula masjid-masjid yang menyelenggarakan i'tikaf. Jangan lupa pasang mata pasang telinga agar tidak melewatkan informasi.

Tak perlu risau bagaimana sholat kita jika mengadakan bukber di masjid, tentu saja.

Demikianlah beberapa tempat yang dapat dijadikan pilihan untuk mengadakan bukber. Semuanya relatif menjadi tempat favorit. Dan segitu saja ragam tempat bukber yang pernah saya jajaki, memanglah belum banyak. Oh ya, doakan semoga suatu hari saya bisa bukber di KBRI ya :)

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan kritik dan saran yang santun dan membangun :)