Membuat Cilok: Sebuah Eksperimen

Pada suatu malam, saya (dan saudari) mencoba membuat cilok. Ternyata membuat cilok cukuplah mudah. Bahan-bahannya sederhana. Memasaknya pun tidak membutuhkan waktu yang lama.

Membuat cilok sebetulnya mengingatkan saya kepada suatu momen di masa lalu. Saya dan beberapa orang teman mencoba membuat penganan untuk dijual, yaitu cireng. Rupanya cireng dan cilok ini bersaudara. Bedanya, cireng itu digoreng. Ada lagi namanya cimol, juga digoreng.

Ada arti dan kepanjangan dari cilok, cireng, dan cimol ini.
Cilok = aci dicolok.
Cireng = aci digoreng.
Cimol = aci digemol (dibulat-bulat).

Penganan tersebut merupakan tepung tapioka atau tepung kanji atau tepung singkong yang kemudian dicampur dengan bumbu dan air, lalu dimasak.

Berikut saya coba bagikan cara kami membuat cilok:

Bahan cilok:
4 sdm Tepung tapioka
4 sdm Tepung terigu
Sedikit daging sapi cincang
1 siung Bawang putih dihaluskan
Daun bawang diiris tipis secukupnya
Garam secukupnya
Lada secukupnya
Air secukupnya

Cara membuat cilok:
1. Campurkan tepung tapioka dan tepung terigu.
2. Tambahkan bawang putih dan daun bawang.
3. Tambahkan garam dan lada, lakukan koreksi rasa.
4. Campurkan bahan secara merata.
5. Perlahan masukkan air agar dapat dibentuk adonannya.
6. Masukkan ke dalam air mendidih.
7. Angkat bila sudah mengapung dan tampak lebih transparan.
8. Siap dihidangkan bersama saus kacang.

Catatan:
1. Jujur saja, saya tidak membuat saus kacang sendiri, karena sudah ada yang jadi. Namun biasanya saus kacang ini terdiri dari kacang, gula merah, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, garam. Dapat juga ditambah daun jeruk, dan perasan jeruk nipis. Kalau ingin menambah kecap, silakan saja. Kami juga menambahkan saus sambal ke dalam kuah.

2. Kami memakai perbandingan 1:1 untuk tepung tapioka dan tepung terigu.

3. Air untuk bahan pembentuk adonan, kami menggunakan air panas.

4. Kami hanya menggunakan sedikit daging cincang, barangkali hanya seujung sendok makan karena masih keras dari freezer (dan tidak punya cukup waktu terutama kesabaran untuk menunggunya melunak). Sepertinya kalau tidak dipakai juga tidak masalah, pikir saya. 

5. Resep di atas dilakukan atas dasar terinspirasi dari berbagai situs yang direkomendasikan oleh mesin pencari, dan diterapkan dengan takaran sendiri, sesuai selera. Entah bagaimana resep asli/ autentik yang cilok punya.

Bagaimana hasil eksperimen kali ini? Bisa dimakan, dan enak. Kali ini saya bisa membayangkan kalau saya tidak akan masuk pressure test ketika saya mengkhayal berada di galeri Masterchef.

Dicolok sumpit. cqcqcq.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan kritik dan saran yang santun dan membangun :)