Alasan Mengapa Ingin Ikut Les Komputer

Di sekolah saya dulu, ada ekskul ICT, namanya (saya bahkan tidak tahu kepanjangannya apa ckckck. Information Communication Technology, mungkin?). Di kampus saya juga ada unit kegiatan mahasiswa (UKM) berbasis IT (saya pernah coba ikut).

Saya bukan alumni sekolah menengah kejuruan bidang Teknik Komputer Jaringan. Saat kuliah saya juga bukanlah mahasiwa jurusan komputer, teknik, atau yang berhubungan dengan teknologi informasi. Meski begitu, saya sepertinya menemukan ketertarikan dalam bidang ini.

Jadilah saya menginginkan untuk les komputer, alasannya adalah:

1. Mempunyai ketertarikan
Agak saling bertaut, sebetulnya. Saya suka pemrograman (terutama web programming dan desain grafis) karena saya ngeblog. Kali aja nanti saya bisa bikin website untuk yang lain, kali aja bisa jadi tambahan penghasilan.

2. Sekolah tidak mengajarkan
Beruntungnya di saya sempat mencicipi bagaimana rasanya belajar di lab komputer (labkom). Saat di MTs (setingkat SMP), saya sudah belajar komputer di labkom. Hal itu belum dirasakan oleh adik saya yang saat ini berada di tingkat 9 alias kelas 3 SMP.

Kabarnya pelajaran TIK memang tidak masuk ke dalam kurikulum sekolah. Tapi kabar baiknya, berita akhir tahun 2018 lalu memberitahukan kalau akan dimasukkan pada kurikulum dengan nama mata pelajaran: Informatika.

Saya belum tahu pasti pelajaran apa yang akan dibahas dalam mapel Informatika itu. Namun dari berbagai sumber yang saya baca, mapel ini akan menyinggung pemrograman.

Jadi bahasan dalam TIK dan Informatika itu akan berbeda, karena TIK sangat mendasar dan dianggap ketinggalan zaman, jelas. Wong sekarang anak-anak sudah canggih, sudah bisa mengoperasikan gawai sendiri ketika dulu kita-kita yang belajar TIK masih diajarkan cara menghidupkan dan mematikan komputer.

Tempat les atau kursus mengajarkan apa yang tidak diajarkan oleh sekolah. Atau, mengajarkan lebih dalam apa yang belum sempat dipahami di bangku sekolah.

3. Perkembangan IPTEK
Sekarang apa-apa berhubungan dengan teknologi informasi. Namanya juga era digital, begitu orang-orang menyebutkan. Semua serbai gawai. Belum menyeluruh sampai pelosok negeri, tapi setidaknya sudah mulai berkembang.

Mulai dari ujian kelulusan atau masuk kerja, hingga kehidupan sehari-hari semua menyentuh teknologi. Mau bayar, lewat scan aja. Mau pesan tiket, lewat internet juga bisa biar lebih mudah dan murah. Pekerjaan baru juga bisa disambangi bagi yang bisa ngerti teknologi informasi.

4. Belajar bersama akan lebih baik
Pada era informasi yang tumpah ruah di internet ini, bisa saja kita belajar sendiri secara otodidak. Toh ada banyak tutorial yang tersedia.

Sayang, metode otodidak bukanlah cara yang efektif setidaknya bagi saya. Belajar sendiri bisa aja molor jadinya karena tidak ada sistem yang mendisiplinkan, selain diri sendiri.

Salut sama orang yang bisa disiplin sama diri sendiri. Saya juga kadang salut sama diri saya, tapi kok yha belum bisa 100%. Lagipula, belajar bersama akan terpicu semangatnya.

Team deadliner woohoo | https://www.instagram.com/dumetschool

5. Mendapatkan sertifikat
Sekarang apa-apa perlu dokumen, perlu berkas. Jadi orang punya skill aja kadang enggak cukup, orang itu perlu ada bukti dokumennya. Jadilah tempat kursus atau les terasa penting bagi yang mau nyoba kerja di bidang yang berhubungan dengan IT, desain, dan semacamnya. Saya juga rasa-rasanya pengen nyoba lah.

Apakah saya dikalahkan anak kecil ini? | https://www.instagram.com/dumetschool

Dari semua penjabaran di atas, ada sebuah tempat les yang sepertinya cocok dengan yang saya inginkan, yaitu DUMET School. Pertama, di sana ada banyak program pembelajaran yang ditawarkan, termasuk pemrograman dan desain grafis dong. Kedua, di sana saya akan dimentori oleh tenaga profesional dan berpengalaman, dan pelajar bisa konsultasi seumur hidup, keren nih saya tergiur. Ketiga, ada sertifikat dengan nomor diknas.

Akhir kata, saya mengambil kesimpulan kalau ternyata pendidikan di luar sekolah formal itu penting juga. Izinkan saya mengutip percakapan Nyai Ontosoroh dan Minke dalam buku Pram: Bumi Manusia.

Sekolah? Ia menelengkan kepala seperti mengintai langit, menjernihkan ingatan. "Seingatku belum pernah."

"Mana mungkin? Mama bicara, membaca, mungkin juga menulis Belanda. Mana bisa tanpa sekolah?"

"Apa salahnya? Hidup bisa memberikan segala pada barang siapa tahu dan pandai menerima."

Ilmu pengetahuan akan menghampiri bagi siapa yang menggalinya, di mana pun ia menggali. Nyai Ontosoroh tidak sempat belajar bahasa Belanda di sekolah formal. Saya juga belum sempat mencicipi pelajaran IT di sekolah formal. Namun lagi-lagi, ilmu bisa didapat bagi yang ingin mendapatinya.

14 comments:

  1. Iya les komputer emg penting banget yah kak, apalagi era digital spt saat ini semua serba komputerisasi hehe

    ReplyDelete
  2. Zaman digital, menguasai bidang IT sudah semacam keharusan. Bahkan kalo bisa sedini mungkin.

    ReplyDelete
  3. mau gak mau harus melek teknologi sekarang...kalau kata dosen dulu sih, menguasai IT kamu sama saja hampir menguasai dunia

    ReplyDelete
  4. Belajar tidak mengenal usia dan tempat..semangat!!

    ReplyDelete
  5. Tapi kalo sekedar sertifikat suka kasihan ya

    ReplyDelete
  6. Era industri 4.0 mewajibkan kita menguasai teknologi digital agar bisa beradaptasi dengan semua perubahannya yang terjadi begitu cepat dari waktu ke waktu.

    ReplyDelete
  7. Tantangan kedepan untuk dunia IT memang semakin besar, Indonesia sudah mulai menyambut revolusi industri 4.0 bahkan Jepang sudah mulai menyambut revolusi industri 5.0, kalau kita tidak mempelajari IT sekaranh mungkin nantinya kita yang akan tertinggal

    ReplyDelete
  8. penting bagi anak usia dini ikut les komputer, karna bisa menambah ilmu tentang IT.. nice sharing mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwk. Apakah saya terlihat seperti seorang lelaki, mbak?

      Delete
  9. Saya juga ingin kursus komputer, utamanya tentang cara membuat infografis yang keren2..biar tampilan blog lebih hidup dan menarik..

    ReplyDelete
  10. Mangatsss belajarnya Nad.. tambah juga belajar onlen dari web di internet, barakallah ilmunya ya :)

    ReplyDelete
  11. Belum pernah liat2 Dumet nih...pengennya liat2 buat anak2ku hehhe. semoga cucok yak

    ReplyDelete

Terima kasih telah meninggalkan kritik dan saran yang santun dan membangun :)