Empat Kategori Temperamen Kepribadian

Ada banyak pengertian "kepribadian" atau "personality." Mulai dari etimologi, teologi, filsafat, hukum, sosiologi, dan dari sudut psikologi. Pun ada banyak teori dari para ahli.

Personality is the dynamic organization within the individual of those psychophysical system, that determines his unique adjusmtment to his environment.


Kepribadian adalah organisasi dinamik dalam sistem psikofisik individu yang menentukan penyesuaiannya yang unik dengan lingkungannya.

-Gordon Willard Allport, psikolog dari Amerika

Kata-kata yang bermakna dekat dengan "kepribadian"
Ada beberapa kata yang mempunyai arti kata yang mendekati arti kata personality, yaitu temperament (temperamen) adalah kepribadian yang berkaitan erat dengan determinan biologi atau fisiologi, disposisi hereditas. Kemudian Character (karakter) adalah penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik-buruk), baik secara implisit maupun eksplisit. Disposition (watak) adalah karakter yang telah lama dimiliki dan sampai sekarang belum berubah. Traits (sifat) yaitu respons yang senada terhadap sekelompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu yang relatif lama. Type-atribute (ciri), mirip dengan sifat, tetapi dalam kelompok stimuli yang lebih terbatas. Serta habit (kebiasaan) yaitu respons yang sama cenderung berulang untuk stimulus yang sama pula.

Ilmu yang mempelajari kepribadian dilihat dari bentuk fisik seseorang
Di awal mula perkembangannya, ada beragam ilmu yang mempelajari kepribadian. Grafologi mengkaitkan kepribadian seseorang dengan tulisan tangannya (atau bagian anggota tubuh lain yang terlatih dan biasa digunakan untuk menulis). Phrenologi memandang adanya kaitan kepribadian dengan bentuk tengkorak karena ada hubungannya dengan otak yang ada di dalamnya dan menganggap orang-orang pintar memiliki tengkorak yang besar.  Pshyognom menghubungkan sifat dengan wajah seseorang, seperti orang sabar-lembut-tenang memiliki wajah bulat, sementara orang berwajah lonjong diartikan memiliki sifat yang lincah-periang-banyak cakap. Chirologi percaya bahwa garis tangan menentukan nasib seseorang.

Selain ilmu-ilmu di atas, dalam perkembangannya, lahir pula beragam teori mengenai kepribadian manusia dan kelompok-kelompoknya. Bahkan lahir pula tes-tes yang bisa kita lakukan secara online atau offline. Sekarang kita bisa mengenal 4 tipe temperamen (Sanguinis, Koleris, Melankolis, dan Plegmatis), 5 tipe kepribadian atau Big Five (O-C-E-A-N), serta 16 tipe kepribadian MBTI.

Kali ini, -sesuai dengan judul- kita akan membahas tipe kepribadian empat karakter. Kebetulan, beberapa tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2012, saya pernah mencoba ikut tes temperamen di facebook. Hasilnya menunjukkan kalau saya itu masuk kategori plegmatis. Hm. Ternyata di kemudian hari, kakak mentor saya -kak Rina- bertanya tipe karakter, dan saya menjawab, beliau pun menyetujui kalau saya plegmatis.

Berikut akan saya uraikan tipe-tipe temperamen berdasarkan kuis temperamen tersebut.

Sanguinis

Tipe sanguin adalah orang yang sangat bersemangat dalam hidupnya. Ia selalu tampak ceria, hangat, bersahabat, dan sangat menikmati hidup. Hal ini disebabkan karena ia memiliki sifat yang mudah menerima sehingga kesan-kesan dari luar dapat dengan mudah masuk ke dalam hatinya. Seorang sanguin sangat menyukai kesenangan, mereka jarang sekali membiarkan hatinya bersedih berlama-lama. Ia juga tipe orang yang sangat suka bicara, dengan mudah ia daoat menularkan perasaan 'semangat!'nya kepada orang lain melalui perkataannya. Gayanya yang gaduh, bersuara keras, dan ramah, membuatnya tampak percaya diri lebih daripada yang sebenarnya.


Koleris

Seorang Koleris memiliki kemauan keras dalam mencaai sesuatu. Ia seorang yang berapi-api, aktif, praktis, cekatan, mandiri, dan sangat independen. Ia cenderung bersikap tegas dan berpendirian keras dalam megambil keputusan bagi dirinya sendiri dan orang lain. Ia tipe orang yang sangat menyukai aktivitas. Ia tidak perlu dirangsang oleh lingkungannya, tetapi justru ia yang merangsang lingkungannya melalui ide-idenya yang tidak pernah berakhir, rancangan, sasaran, dan ambisinya. Ia bukan tipe orang yang mudah menyerah terhadap tekanan dari orang lain. Bahkan tekanan tersebut justru semakin mendorongnya untuk terus maju. Bagian yang paling sedikit berkembang dari seorang koleris ialah emosinya. Orang koleris memilikitemperamen yang meledak-ledak. Ia tidak mudah bersimpati kepada orang lain. Ia bukan orang yang dengan mudah mengekspresikan perasaannya kepada orang lain. Ia cenderung tidak peka terhadap kebutuhan orang lain. Ia cenderung bersifat dominan dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.


Plegmatis

Dikatakannya, tipe seorang plegmatis merupakan seseorang yang memiliki sifat alamiah pendamai, tidak suka kekerasan. Merupakan orang yang mudah diajak bergaul, ramah, dan menyenangkan. Ia adalah tipe orang yang bisa membuat sekelompok orang tertawa terbahak-bahak oleh humor-humor keringnya meski ia sendiri tidak tertawa. Merupakan pribadi yang konsisten, tenang, dan jarang sekali terpengaruh dengan lingkungannya, tidak pernah terlihat gelisah. Di balik pribadinya yang dingin dan malu-malu, sesungguhnya ia memiliki kemampuan untuk dapat merasakan emosi yang terkandung pada sesuatu. Karena sifatnya yang menyukai kedamaian dan tidak menyukai pertikaian, ia cenderung menarik diri dari segala macam keterlibatan. Hal inilah yang sering kali menghambatnya untuk menunjukkan kemampuannya secara total dan menjadi cenderung pasif dan pemalas.


Melankolis

Melankolis merupakan temperamen yang paling kaya. Ia memiliki rasa seni yang tinggi, kemampuan analitis yang kuat, perfeksionis, sensitif, berbakat, dan rela berkorban. Perasaan sangat berpengaruh pada pribadi seorang melankolis, ia adalah orang yang introvert tapi apabila ia sedang berada dalam puncak sukacitanya, ia bisa saja menjadi ekstrovert. Pribadinya yang sangat perfeksionis cenderung membuatnya sering menyalahkan diri sendiri dan menjadi rendah diri. Padahal ia adalah seorang yang memiliki daya analitik yang hebat yang mampu memperhitungkan bahaya, halangan dalam setiap proyek secara akurat. Perasaan mereka yang peka dan sensitif juga dapat membuat mereka jadi pendendam dan sering terlihat murung. Orang melankolis cenderung memilih pekerjaan yang membuutuhkan pengorbanan dan ketekunan, sekali ia memilih sesuatu maka akan tetap setia mengerjakannya.


-----Sebetulnya, dari manakah tipe kepribadian yang satu ini berasal?-----

Tipologi manusia ini dikenal juga dengan sebutan tipologi Hipocrates-Galenus karena merupakan pendapat kedua tokoh tersebut. Hipocrates merupakan seorang filsuf -juga dikenal sebagai Bapak Kedokteran- yang hidup pada zaman Yunani Kuno. Sementara Galenus sebenarnya hanya meneruskan pendapat dari Hipocrates sehingga pendapat kedua tokoh itu kemudian digabung menjadi tipologi Hipocrates-Galenus.

Hipocrates berpendapat bahwa suasana hati, emosi, dan kebiasaan manusia dipengaruhi oleh cairan tubuh yang mendominasinya (disebut sebagai "humors"). 4 zat cair dengan sifat-sifatnya yang berlainan itu adalah darah yang bersifat panas, lendir yang bersifat dingin, empedu hitam yang bersifat basah, dan empedu kuning yang bersifat kering. Sebelumya seorang filsuf bernama Empedocles telah mengemukakan bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini terbentuk dari empat zat, yaitu tanah, air, api, dan udara. Sifat-sifat itu digunakan oleh Hipocrates untuk kepentingan pengobatan yang dijalankannya.

Galenus yang disebut sebagai penerus pandangan Hipocrates menggunakan dasar 4 macam cairan yang terdapat di dalam tubuh manusia sebagai dasar berpikir dalam menyusun tipologi manusia. Berdasarkan adanya 4 cairan dalam tubuh manusia itu, selanjutnya Galenus menggolongkan manusia didasarkan atas 4 macam cairan yang dikandung dalam tubuh manusia dan menamainya sebagai nama-nama yang kita kenal sekarang, Sanguinis, Koleris, Plegmatis, dan Melankolis.

Kebetulan lagi, kemarin saya mengikuti sebuah tes kepribadian di buku Check Up Kepribadian: Seperti Apa Karaktermu & Orang Lain? oleh Jasmine Asyahida, dan ternyata eh ternyata saya mendapati hasil bahwa kepribadian saya bukan plegmatis. Malah saya cenderung ke tipe kepribadian lain.

Dalam tes kepribadian tersebut, terdapat total 32 pertanyaan dengan isian skala benar-hampir benar-kadang benar-salah. 32 pertanyaan tersebut terbagi menjadi 8 bagian dan masing-masing bagian otomatis memiliki 4 pertanyaan a, b, c, d. 

Jawaban saya berupa:
a. 3-2-3-3-2-2-4-4
b. 2-3-3-2-3-3-3-1
c. 3-2-2-3-1-2-4-3
d. 4-4-3-2-2-1-3-2

Pertanyaan-pertanyaan itu mestilah berlandaskan ciri-ciri dari kepribadian. Saya pun menjawab dengan jujur apa adanya. Pengkategorian kepribadian berdasarkan total angka di masing-masing a, b, c, d.

Dari jawaban-jawaban skala yang saya berikan, dan dari uraian di atas, saya memahami bahwa orang bisa saja cenderung ke sebuah sifat kepribadian A untuk ciri-ciri tertentu, dan cenderung memiliki sifat kepribadian B untuk ciri tertentu pula. Masing-masing tipe kepribadian mempunyai ciri-ciri yang mendukungnya. Apa bisa dipahami maksud saya?

Artinya, seseorang bisa saja memiliki kombinasi tipe kepribadian meski pada akhirnya memiliki kecenderungan pada suatu tipe kepribadian karena memiliki lebih banyak ciri-ciri suatu kepribadian dibanding ciri-ciri di kepribadian lain.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan kritik dan saran yang santun dan membangun