Subjektifnya Rating Goodreads

Goodreads merupakan salah satu situs yang masuk ke dalam daftar Situs yang (Lumayan) Sering Saya Kunjungi. Sebelumnya (pada bulan lalu) di dalam blog ini saya juga pernah menuliskan:

Saya paham review dan rating buku di sini bersifat subjektif. Buku yang dibaca jutaan orang bisa saja mendapat kumulatif rating yang lebih rendah ketimbang buku yang tidak terkenal padahal hanya dibaca oleh beberapa orang. Kemudian menambahkan, Lagipula, selera orang berbeda-beda.

(((Lagipula, selera orang berbeda-beda)))

Mari saya berikan penuturan lebih luas, kenapa rating buku itu bersifat subjektif.

Buku yang sedikit dibaca bisa mendapatkan rating tinggi, dan sebaliknya, buku yang banyak dibaca bisa mendapatkan rating rendah.

Jika diperhatikan, ada beberapa buku yang tidak terkenal, hanya dibaca oleh beberapa orang, namun bintangnya lebih banyak, ratingnya lebih tinggi. Di samping itu, ada buku yang dibaca oleh banyak orang bahkan hingga tingkat dunia, namun di goodreads, bintangnya lebih sedikit, ratingnya lebih rendah.

Orang memberi rating dan ulasan (review) berdasarkan minat baca, dan/ atau suasana hatinya saat membaca.

Kadang, saya menemukan ulasan seseorang di goodreads, ia menuliskan "not my cup of tea" "tidak bisa membaca hingga selesai", lalu memberikan satu bintang. Sementara orang lain memberi ulasan yang bagus dan bintang yang banyak.

Lihat, tidak semua orang membaca buku yang ia pikir suka. Ia pikir suka! Yap. Kadang, setelah membaca ulang dengan suasana hati yang lebih bisa nyambung, maka orang akan cenderung menyukai buku itu, lebih suka dibanding sebelumnya. Lebih suka ketika ia lebih mengerti.

Tidak semua pembaca mempunyai akun goodreads, atau berkontribusi memberi rating dan mengulas buku di goodreads.

Bisa jadi suatu buku juga memiliki banyak pembaca. Namun pembaca buku itu tidak memberi tanda di situs goodreads, tidak mendukung buku yang ia sukai, dan tidak mengulas dengan positif buku itu. Sedangkan buku yang lain sebaliknya.

Lalu saya merasa, kalaulah goodreads ini dilihat sebagai semacam hasil penelitian. Maka, hasilnya itu belum bisa dikatakan akurat. Karena, saya rasa sample yang dipakai belum mewakili seluruh populasi. Karena, pemilihan samplenya belum dijamin merata.

📖

Jadi begitulah, betapa biasnya rating dan ulasan di goodreads. Goodreads adalah tempat review personal. Semua rating dan ulasan di sana adalah kumulasi yang bersifat subjektif. Sama halnya dengan ulasan di blog, youtube, atau kalimat-kalimat pada kolom komentar sebuah karya.

Kendati demikian, bagi saya goodreads tetap bisa menjadi referensi. Kumpulan review dan rating dapat menjadi pertimbangan. Hadirnya tulisan ini adalah agar kita memahami, bahwa goodreads bukan acuan mutlak. Pada akhirnya, kembali lagi, selera orang berbeda-beda.



"Tulisan ini diikutsertakan dalam ODOP bersama Estrilook Community #Day7"

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan kritik dan saran yang santun dan membangun :)