Shincha

2nd Spring 3rd Year

Pagi-pagi, Jack sudah bangun dari tidurnya. Siaran televisi masih didominasi oleh Berita, Ramalan Cuaca, dan Life on The Farm yang membahas bagaimana menanam dengan baik. 

Acara kuis tahun baru masih berlangsung. Hadiah yang ditawarkan jika menang berkali-kali memanglah lumayan fantastis. Jack bisa mengantongi banyak uang di awal musim semi. Namun Jack sedang tidak ingin menghabiskan waktu berlama-lama di depan layar televisi untuk menebak apakah angka yang keluar selajutnya lebih besar atau lebih kecil.

Siaran khusus tahun baru lainnya adalah membuat mochi. Menarik juga, tapi lama kelamaan begitu membosankan. Maka dari itu, Jack mematikan televisi dan bergerak membuka pintu.

Seperti biasa, Jack mengunjungi kandang-kandang ternaknya. Seperti biasa pula, hewan-hewan ternak menjadi lebih bahagia berpisah dengan dinginnya musim dingin. Jack pun bergerak ke pohon apel tempat lebah membuat sarang, lalu ia mengambil madu yang ada di sana.

Hari ini hujan turun. Walaupun bekerja di bawah hujan membuat staminanya menjadi turun, Jack bersyukur hari ini ia tidak harus menyiram biji-biji yang ia semai. Jack tetap melanjutkan menanam. Semakin cepat ia memulai menyemai benih, semakin cepat pula ia menuai hasil panen, begitu motivasinya. 

Maka hari ini Jack menyibukkan diri untuk menanam kembali rumput di kandang hewannya yang sempat rusak terkena badai salju di musim lalu. Sebuah batu besar mendarat di kandang hewan yang sengaja dibuat dan ditempatkan oleh Jack di luar. Selain dengan rumput, Jack juga sibuk dengan benih mentimunnya.

Sekitar pukul tiga sore, Jack beristirahat sejenak dari pekerjaan bercocok tanamnya. Ia berjalan ke kotak surat dan memeriksanya. Hari itu bukan hanya air langit yang menghujani Mineral Town, surat-surat juga menghujani kotak suratnya. 

Hari itu Jack berulang tahun dan ada banyak ucapan selamat dari teman-temannya. Ada pula sebuah undangan minum teh dari Harvest Sprites, dan Jack pun bergegas ke rumah mereka sebelum pukul 5 sore. Hari itu juga, mereka merayakan minum teh bersama hingga pukul 6 sore.

Jack kembali ke rumah, menyimpan kantong teh yang diberi Harvest Sprites untuknya. Lalu ia melanjutkan berkebun dengan sisa-sisa tenaganya, walau hari sudah perlahan gelap.

-----(Bukan) Fanfic Harvest Moon FoMT-----

Baca cerita sebelumnya di: Menyambut Tahun Baru di Jepang.

-----Fakta Menarik-----

Di Jepang, ada yang namanya "Shincha". Shin = Baru. Cha = Teh. Yaitu teh pertama yang dipanen di musim semi (setelah musim dingin). Pada dasarnya, sama dengan "Ichibancha". Ada lagi namanya "Nibancha" (teh kedua), dan "Sanbancha" (teh ketiga). Sedangkan "Kocha" artinya adalah teh lama. Jumlah Shincha tidak banyak dan sering cepat habis, sementara rasa dan aromanya lebih menggugah dikarenakan kandungan yang terbentuk selama musim dingin.



"Tulisan ini diikutsertakan dalam ODOP bersama Estrilook Community #Day5"

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan kritik dan saran yang santun dan membangun