Louis Braille

1809 (lahir)
Tepatnya tanggal 4 Januari 1809, seorang bayi laki-laki telah lahir di sebuah kota kecil sebelah Timur Paris, Perancis. Nama daerahnya adalah Coupvray. Dia dan tiga orang saudaranya -Monique Catherine (lahir 1793), Louis Simon (lahir 1795), dan Marie Céline (lahir 1797) tinggal bersama orangtua mereka, Simon-René dan Monique.

Sekitar 1812 (usia 3 tahun)
Sewaktu bayi tadi berusia 3 tahun, ia bermain di tempat kerja ayahnya. Naasnya, saat bermain dengan alat kerja ayahnya, ia mengalami kecelakaan oleh sebuah jarum penusuk yang mengenai matanya dan membuat matanya luka. 

Sekitar 1814 (usia 5 tahun)
Luka itu kemudian menjadi infeksi dan membuat kedua belah matanya kehilangan kemampuan penglihatan pada usia 5 tahun. 

Orangtuanya pun melakukan usaha untuk membuatnya bisa tetap hidup normal sebagaimana orang lain hidup. Ayahnya membuatkannya tongkat untuk membantunya berjalan.

1819 (usia 10 tahun)
Ia pun bersekolah di Coupvray hingga berusia sepuluh tahun. Kemudian pindah ke Paris dan melanjutkan pendidikan di Royal Institute for Blind Youth pada Februari 1819.

Di sekolah, anak-anak diajar dengan menggunakan sistem Haüy. Sistem Haüy dikembangkan oleh perintis sekolah tersebut, Valentin Haüy, yang bukan seorang tunanetra.

1821 (usia 13 tahun)
Ia belajar sebuah cara berkomunikasi dari sandi-sandi yang diciptakan Charles Barbier, seorang artileri Perancis. Beberapa sumber mengatakan bahwa ia mengetahui sandi-sandi itu dari seorang teman yang membacakan surat kabar kepadanya. Beberapa sumber lainnya mengatakan bahwa Charles Baiber diundang untuk berkunjung ke sekolah dan Barbier berbagi soal sandi-sandi yang disebut "tulisan malam" (night writing). Tulisan malam itu digunakan Barbier untuk berkomunikasi dengan pasukannya ketika berada di medan perang. Sandi yang berupa titik-titik itu pun menginspirasinya untuk mengembangkan sistem baru.

1824 (usia 15 tahun)
Ia dengan semangat mengembangkan sistem baru dari sandi "tulisan malam" tersebut. Ia menyederhanakan 12 titik menjadi 6.

Ia pun mempublikasikan sistemnya dan terus mengembangkannya. Ia membuat titik-titik itu dengan jarum penusuk, alat yang semula melukai matanya.

1829 (usia 20 tahun)
Pemuda itu juga tertarik dengan musik. Ia mengembangkan kode-kode musiknya. Pada 1829, dia meluncurkan buku pertamanya tentang sistem ini, Method of Writing Words, Music, and Plain Songs by Mean of Dots, for Use by the Blind and Arranged for Them. Lucunya, buku ini pertama kali dicetak dalam sistem Haüy.

Buku tersebut kemudian direvisi dan diterbitkan lagi pada tahun 1837. Ada beberapa bukunya yang lain, petunjuk matematika, Little Synopsis of Arithmetic for Beginners pada tahun 1838; monografi New Method for Representing by Dots the Form of Letters,Maps, Geometric Figures, Musical Symbols, etc., for Use by the Blind yang terbit pada 1839.

Sistem yang ia kembangkan itu baru diterapkan di sekolah pada 1854, dua tahun setelah kepergiannya.

Kini, sistem itu telah banyak membantu orang-orang tunanetra.

Kini, hari lahirnya diperingati sebagai Hari Braille Sedunia.

Terima kasih Loius Braille (4 Januari 1809 - 6 Januari 1852)




"Tulisan ini diikutsertakan dalam ODOP bersama Estrilook Community #Day4"

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan kritik dan saran yang santun dan membangun