Keluarga Rutaceae yang Disukai

Ketika ditanya apa saja lima buah-buahan yang saya sukai, saya kebingunan memilih mana saja yang akan dimasukkan ke dalam daftar lima buah-buahan di antara entah berapa jumlah buah-buahan yang saya suka.

Kemudian saya mencoba melihat dari sisi lain: buah-buahan yang dulunya tidak saya suka, tetapi kini saya rela mengunyah dan menelannya. Saya pun menghitung-hitung. Pertama, buah sawo. Kedua, buah melon. Kemudian, buah terong. Tunggu, terong itu buah atau sayur?

Seperti timun, tomat, buncis, dan beberapa lainnya, terong sering disangka sebagai sayur. Namun ternyata, menurut ilmu botani, semua makanan yang berasal dari akar, batang, dan daun adalah sayur. Sedangkan buah berasal dari penyerbukan bunga dan memiliki biji.

Ternyata hitungan saya tidak sampai lima. Maka saya mencoba mengerucutkan lagi, memilih macam-macam buah entah itu apel, mangga, pisang, dll yang saya sukai. Biar mencari sebuah artikel mengenal macam-macam buah. Tetapi saya tidak cukup tahu nama-namanya, ckckck. 

Ketika saya coba mengelompokkan buah apel, saya hanya mengetahui apel malang dan apel hijau. Ketika saya coba mengelompokkan buah mangga, saya hanya belum handal membedakan mana yang mangga arummanis, mana yang mangga manalagi. Begitu pula dengan buah pisang.

Belum saya temukan informasi lengkap dan gambar yang jelas di website-website, maka saya mencoba mencari di buku. Saya buka iPusnas untuk mencari buku dengan kata kunci "buah", dan saya menemukan sebuah buku berjudul Ensiklopedi Buah Jeruk yang disusun oleh Tim Mekarsari.

Ensiklopedia Buah Jeruk dari Tim Mekarsari
Margianiasari, A.F, dkk. 2009. Ensiklopedia Jeruk. Jakarta: Grasindo

Saya suka jeruk (dan jenis-jenisnya). Akhirnya saya mendapatkan referensi yang baik untuk membuat artikel "buah-buahan yang saya sukai" dengan mengerucutkan topik: buah jeruk.

Agar artikel ini sedikit lebih berfaedah, mari kita membaca fakta sejarah buah jeruk terlebih dahulu.

🍊 Jeruk berasal dari wilayah Asia bagian selatan dan tenggara, terutama India Timur Laut dan Myanmar Utara. Kemudian menyebar ke berbagai penjuru dengan bantuan penjelajah.

🍊 Alexander Agung adalah seorang kaisar dari Macedonia yang juga dikenal sebagai seorang penakluk dan pemimpin militer yang andal. Ia membawa buah jeruk yang kemudian dikenal dengan nama Citron menuju Persia. Di Persia, jeruk ini dikenal sebagai buah yang memiliki wangi yang khas dan waktu itu digunakan sebagai pengharum napas, penawar racun, dan pengusir ngengat.

🍊 Christopher Columbus adalah penjelajah dari Genoa yang berlayar menyeberangi Samudera Atlantik atas perintah Ratu Isabella dari Spanyol. Columbus membawa benih jeruk lemon dan citron dari Canary Island ke Haiti. Dari lokasi-lokasi inilah akhirnya si jeruk merambah ke seluruh dunia termasuk benua Afrika dan Australia.

Rutaceae - Keluarga Jeruk-jerukan
Margianiasari, A.F, dkk. 2009. Ensiklopedia Jeruk. Jakarta: Grasindo

Jeruk termasuk ke dalam keluarga Rutaceae. Keluarga ini mempunyai banyak anggota selain jeruk. Berikut beberapa jenis jeruk (yang saya sukai).

Jeruk Manis (Citrus sinensis)
Jaruk manis mempunyai kulit berwarna hijau hingga oranye. Daging buahnya mengandung banyak air dan rasanya -tentu saja- manis. Bisa kita makan langsung atau diperas untuk menjadi minuman yang menyegarkan. Jeruk Navel dan Jeruk Valencia termasuk ke dalam varietas jeruk manis.

Jeruk Mandarin (Citrus reticulata)
Jeruk mandarin terkenal dengan rasanya yang manis. Kulit jeruknya tipis dan mudah dikupas. Jeruk Imperial, Jeruk Medan, Jeruk Keprok, serta Jeruk Lokam termasuk ke dalam varietas jeruk mandarin.

Jeruk Besar (Citrus grandis)
Jeruk bali merupakan jeruk besar yang memiliki ukuran diameter berkisar antara 10-25 cm. Kulit buahnya tebal. Saya ingat sewaktu makan buah ini bersama mama dan membuka kulit jeruk menggunakan pisau. Daging buah jeruk besar ini dapat berwarna putih, kuning, oranye, atau merah.

Jeruk Lemon (Citrus limon)
Lemon memiliki vitamin C yang lebih tinggi daripada jeruk nipis, dan terkenal sebagai bahan untuk diperas dan diambil sari buahnya untuk membuat minuman lemonade. Kulit lemon juga bisa ditambahkan ke dalam adonan kue dan jeli.

Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
Ketika matang, kulit jeruk nipis berwarna kuning, tetapi pada umumnya jeruk nipis telah dipetik ketika masih berkulit hijau. Daging buahnya berwarna putih kekuningan. Dalam urusan kandungan vitamin C, masih kalah dibanding lemon, tetapi menyoal aroma, jeruk nipis lebih kuat. Air perasan jeruk nipis biasa dikonsumsi bersama kecap manis dan madu untuk meredakan batuk.

Itulah jeruk-jeruk yang saya sukai. Masih ada lagi jenis buah jeruk. Jeruk Limo (Citrus ambalycarpa) yang dikenal dengan nama jeruk sambal. Jeruk purut (Citrus hystrix) dengan aroma yang khas dan tajam. Citron (Citrus medica) yang meliputi jeruk-jeruk berkulit sangat tebal, yaitu jeruk Sukade dan jeruk Jari Buddha.

Jeruk Sukade
Margianiasari, A.F, dkk. 2009. Ensiklopedia Jeruk. Jakarta: Grasindo
Jeruk Jari Buddha
Margianiasari, A.F, dkk. 2009. Ensiklopedia Jeruk. Jakarta: Grasindo

Ada lagi jeruk Kasturi (Citrus mitis) yang berukuran kecil dan digunakan sebagai dekorasi ruangan dalam perayaan Tahun Baru Imlek karena dianggap membawa kebahagiaan dan kemakmuran. Jeruk Kumkuat yang bisa dimakang langsung dengan kulitnya atau diolah menjadi jeli ataupun manisan ataupun marmalade.

Jeruk Kumkuat
Margianiasari, A.F, dkk. 2009. Ensiklopedia Jeruk. Jakarta: Grasindo

Sebetulnya ada lagi tanaman lain yang masih satu keluarga dengan jeruk.

Sawo Putih (Casimiria edulis) yang bentuk isinya tidak mirip jeruk kebanyakan dan pula berasal dari Meksiko, Amerika Selatan. Lalu Kawista (Limonia acidissima) dengan rasa manis dan aroma khas juga sering diolah menjadi sirup kawista -dan saya penasaran pingin coba.

Kemudian ada jeruk kingkit (Triphasia trifoliata) yang berwarna merah kecil-kecil mirip buah ceri dan rasanya asam sepat. Kemuning (Murraya paniculata) ternyata juga masih termasuk ke dalam keluarga jeruk dan lebih dikenal sebagai tanaman hias, apalagi bunganya yang putih kecil itu berbau harum.

Apakah makan jeruk bagus untuk kesehatan? Tentu! Jeruk mengandung vitamin C, zat besi, kapur dan fosfor yang baik untuk pertumbuhan tulang. Jadi tidak usah ragu untuk memakan jeruk setiap hari -kecuali kalau ada yang alergi buah jeruk.

Referensi:
Margianiasari, A.F, dkk. 2009. Ensiklopedia Jeruk. Jakarta: Grasindo

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan kritik dan saran yang santun dan membangun :)