Khalil Gibran Sang Nabi

Nama Kahlil Gibran sebenarnya sudah tidak asing di telinga saya. Beberapa film bernuansa romansa juga pernah menyebut namanya. Saya pun mengetahui bahwa ia adalah seorang pujangga.

Berawal dari rekomendasi buku dari seorang senior, saya pun tertarik membaca buku Kahlil Gibran yang satu ini: Sang Nabi.

Beliau bilang: "a memorable classic", "versi terjemahan Indonesia yang ternyata justru jadi sangat romantis", "pesannya bagus", "kata-katanya indah banget".

Buku Kahlil Gibran Sang Nabi yang saya baca adalah yang diterjemahkan oleh Sri Kusdyantinah. Buku bersampul hijau ini saya pinjam di iPusnas.

Buku Kahlil Gibran Sang Nabi

Judul
Sang Nabi

Judul asli
The Prophet

Penulis
Kahlil Gibran

Penerjemah
Sri Kusnadyantinah

Perancang sampul
Leopold Adi Surya

Penata letak
Wensie Artswenda
Leopold Adi Surya

Penerbit
KPG (Kepustakaan Populer Gramedia

ISBN
978-602-424-083-7

Tebal
142 halaman

Sajak-sajak Al Mustafa sang Guru terbagi menjadi:

  • Al Mitra menanyainya soal "cinta", dan "pernikahan".
  • Seorang ibu dan bayi dalam dekapan bertanya soal "anak dan keturunan".
  • Seorang kaya bertanya tentang "pemberian".
  • Seorang lelaki tua pemilik penginapan bertanya perihal "minum serta makan".
  • Seorang peladang bertanya soal "kerja".
  • Seorang wanita menanyakan masalah "suka dan duka".
  • Seorang tukang batu bertanya mengenai "rumah".
  • Seorang penenun menampilkan sebuah pertanyaan soal "pakaian".
  • Seorang saudagar bertanya tentang "jual dan beli".
  • Seorang di antara hakim kota bertanya mengenai "kejahatan dan hukuman".
  • Seorang ahli hukum bertanya tentang "undang-undang".
  • Seorang ahli pidato menanyakan masalah "kebebasan".
  • Seorang pendeta wanita memohon ulasan perihal "akal serta perasaan".
  • Seorang wanita maju pula meminta penjelasan tentang "derita".
  • Seorang pria angkat bicara ingin diterangkan tentang mengenal diri "pribadi".
  • Seorang guru datang memohon wejangan perihal "memberi pelajaran".
  • Seorang ramaja bertanya soal "persahabatan".
  • Seorang terpelajar meminta sebuah uraian tentang "bicara".
  • Seorang ilmu falak mohon bertanya perihal sang "waktu".
  • Seorang tetua kota memohon uraian tentang "kebaikan dan kejahatan".
  • Seorang wanita pendeta meminta sang Guru berbicara tentang "doa".
  • Seorang pertapa yang sekali setahun turun ke kota memohon wejangan tentang "kesenangan".
  • Seorang penyair meminta uraian soal "keindahan".
  • Seorang pendeta tua memohon ulasan perihal "agama".
  • Al Mitra bicara lagi dan menanyakan tentang "kematian".

Love, marriage, children, giving, eating and drinking, work, joy and sorrow, housing, clothes, buying and selling, crime and punishment, laws, freedom, reason and passion, pain, self-knowledge, teaching, friendship, talking, time, good and evil, prayer, pleasure, beauty, religion, and death.

Saya tidak menyelesaikan buku -yang terbilang- tipis ini dalam satu jam dua jam karena begitu ademnya. Buku berbahasa halus ini bak oase di dalam gurunnya pikiran dan perasaan. Saya ingin ditemani lebih lama. Namun saya juga ingin menyelesaikan bacaannya. Jadilah saya tetap melanjutkan membaca sajak-sajak itu.



"Tulisan ini diikutsertakan dalam ODOP bersama Estrilook Community #Day11"

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan kritik dan saran yang santun dan membangun :)