Pekerjaan Rumah Tangga yang Menyenangkan

Pekerjaan rumah tangga adalah suatu hal yang tidak lepas dari hidup banyak orang. Tentu saja tak harus menjadi orang tua dulu untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Pun tak mesti menjadi orang dewasa dulu untuk melakukannya.

"Bersyukurlah bisa melakukan pekerjaan rumah tangga, itu artinya kamu punya tempat tinggal." Sebuah kalimat yang baru saya sadari. Ada rasa syukur yang seharusnya disematkan di balik sebuah kewajiban untuk merawat lingkungan.

Apa saja pekerjaan rumah tangga yang bisa dilakukan?

Bersih-bersih rumah: menyapu dan/atau vacuum, mengepel, menguras kamar mandi.

Bersih-bersih baju: mencuci, menjemur, menyetrika.

Dapur: belanja bahan makanan dan food preparation kalau butuh seperti mencuci ayam atau ikan dan lain sebagainya, memasak, mencuci piring dan alat masak.

(Optional) Kalau punya pekarangan dan/atau tanaman: membersihkan pekarangan, merawat tanaman.

Saya paling suka memasak.

Bukan berarti saya handal.

Bukan berarti masakan saya semuanya berhasil.

Kadang, memasak seperti terapi. Kadang, memasak adalah menemukan kebahagiaan. Kadang kebahagiaan dari memasak bisa dibagi dan menjadikan kebahagiaan itu berkali lipat ketika orang lain menikmati masakan yang kita buat. Kebahagiaan itu dekat, ada di dapur. Click to tweet.

Kecipratan minyak, pernah.

Terkena pinggiran wajan, pernah.

Berbekas di kulit, iya.

Tapi tetap saja saya suka memasak.

Chat

Pernah ada sebuah percakapan tentang keinginan di masa depan bersama seorang teman.

"So you wanna go to [insert a name of city/country]? Not [insert a name of city/country]?"

"Anywhere overseas"

Teman saya itu juga bertanya, "So what mystery plan do you have?"

Saya pun menjawab tentang sebuah keinginan saya yang sebenarnya bukan 'mystery plan'. Heheh. Saya dikira diam-diam menghayutkan :3 "U know, i have a dream, to be a chef. Study about cooking overseas." Saya pun bertanya, "Do you know how to get it?"

Percakapan berlanjut.

Walau sulit, saya tidak begitu menyesal kuliah di bidang yang berlainan dari hal-hal yang lebih saya sukai. Mungkin saya terlambat sadar. Mungkin dulu saya tidak keras mengubah arah kapal kehidupan saya ketika saya diberi kesempatan.

Namun, entah berasal dari mana suara itu, saya merasa kesempatan itu masih ada.

Pun nantinya jika saya memang akan bertitel 'chef' atau bukan (karena kadang hidup tidak sesimpel frasa 'mengejar mimpi'. Juga karena saya mempunyai segudang mimpi selain menjadi chef.), insyaallah saya akan tetap jadi chef di rumah. Atau, mana tahu saya akan buka usaha kuliner? Lihat saja nanti.

Suatu hal yang jelas yang sekaligus menjadi sebuah disclaimer adalah: saya masih belajar, dan terus belajar, dan taruih baraja.

2 comments:

Terima kasih telah meninggalkan kritik dan saran yang santun dan membangun :)