Mahasiswa Anak Kos Bisa Hidup Sehat

Sarapan Energen, makan siang Okky Jelly Drink, makan malam Promag. Mahasiswa. Anak kos. Atau, Indomie goreng, rebus, atau Indomie kreasi seperti martabak, pizza, bahkan donat. Mahasiswa. Anak kos. Atau, nasi dengan gambar ikan atau paha ayam. Mahasiswa. Anak kos. Golongan ini memang kreatif.

Tugas seabrek. 24 jam sehari tidak cukup. Tidur itu apa? Libur itu apa? Waktu mana waktu? Tugas dan cucian sudah menumpuk. Deadline dan lambung telah meronta-ronta. Kantong mata sudah kentara, duh, mata panda gimana hilangnya? Perkenalkan saudara-saudara, saya juga mahasiswa dan ngekos.

Agak malu dan merasa munafik kadang sementara saya mahasiswa kesehatan tapi tidak mencerminkan perilaku sehat. Terlepas dari itu, pengetahuan tentang hidup sehat pun sudah bukan rahasia lagi. Di samping itu, kita juga mesti memenuhi hak tubuh kita kan? Bagaimana pun juga, berperilaku sehat ialah investasi.

Apakah mahasiswa - anak kos bisa hidup sehat?

Tidak semudah itu, Ferguso.

Setelah saya pikir-pikir, bisa juga. Saya beri disclaimer dulu ya: saya masih berproses, tapi, sudah memulai. Setelah saya renungkan, sehat itu ternyata tidak mahal. Iya, sehat itu murah, sedang yang mahal ialah sembuh. Setuju gak?

22 Maret 2018 yang lalu, saya mengikuti Temu Blogger yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan RI. (Baca juga: Hubungan Tinggi Badan dengan Kecerdasan, Cara Mengukur Stunting). Saat itu, saya baru mengenal istilah CERDIK.

C-ek kesehatan secara berkala
E-nyahkan asap rokok
R-ajin aktivitas fisik
D-iet seimbang
I-stirahat cukup
K-elola stress

Jujur saja, saya masih menuju 100% CERDIK, belum semua ceklis. Apalagi yang berhubungan dengan waktu, dan makanan. Serta, stress. Ah, apakah saya mulai beralasan?

Apa yang sudah saya lakukan untuk berusaha menjadi mahasiswa sekaligus anak kos menuju diri yang lebih sehat? Di sini saya akan menuliskan 5 tips hidup sehat versi diri saya saat ini.

mens sana in corpore sano

Miliki niat dan motivasi
Segala sesuatu berawal dari niat. Niat kita bisa sama, bisa berbeda. Saya mempunyai niat untuk memiliki tubuh yang bugar. Mens sana incorpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, dan saya percaya.

Saya merasa lebih bisa berpikir jernih di saat sehat. Di saat saya memenuhi hak tubuh saya. Selain itu, ada niat untuk mempunyai badan yang ideal. Hehe. Ada kepuasan tersendiri bagi saya jika saya punya body shape yang ideal.

Pakai masker
Entah mungkin antibodi saya saat itu sedang lemah atau bagaimana, beberapa kali saya tidak pakai masker saat ke pasar raya, dan terkena bersin orang, esoknya saya mendapati diri saya dengan gejala flu. Setelah itu saya pakai masker kalau keluar. Lumayan juga untuk filter sengatan matahari. Juga untuk polusi karbon monoksida.

Aktivitas fisik
Biasanya pagi-pagi saya melakukan peregangan. Rasanya tubuh saya menjadi lentur setelah itu. Saya juga pejalan kaki. Selain hemat di ongkos, jalan kaki juga bagus untuk kesehatan. Jangan lupa bawa air. Gak usah dipaksakan kalau kelelahan.

Menata makan
Berhubungan dengan dana nih. Saya bukan berasal dari keluarga borju, pun saya sungguh berhemat demi pengeluaran yang tipis. Saya belum menjadi manusia kaya. Saya mahasiswa anak kos sebagaimana pada umumnya.

Satu porsi makan yang baik terdiri dari: 1/6 buah, 2/6 sayur, 1/6 lauk pauk, 2/6 karbohidrat. Oleh karena itu, saya selalu berusaha membeli buah. Buah dan sayur tidak mahal. Hm, tergantung sih. Tapi, setidaknya pisang dan papaya bisa lebih murah. 4 apel atau 4 pir juga bisa dibeli 10 ribu. Saya pikir, dari pada saya beli ciki-ciki dan biskuit yang kurang mengenyangkan, lebih baik beli buah.

Pola porsi "Piring Makanku"

Refreshing
Dalam rangka mengelola stress, saya melakukan refreshing. Refreshing kadang bisa sesederhana tidur. Refreshing bisa sesederhana baca buku dan nonton video kesukaan. Refreshing bisa menangis di hadapan Tuhan. Refreshing bisa berkumpul bersama teman. Refreshing bisa melihat kehidupan sekitar, dan mengambil pelajaran tentang syukur.

Memulai memang sesuatu. Seperti kata pak Dedi, kepala sekolah saya sewaktu SD, "hal yang paling mudah ialah melakukan hal yang biasa, dan hal paling sulit ialah melakukan hal yang tidak biasa." Beliau sering bilang itu, dan wow, itu sudah belasan tahun yang lalu. Kadang memori saya bagus juga.



Kita bisa karena terbiasa.

Sekian dari saya yang masih berusaha menuju CERDIK. Percayalah, mahasiswa anak kos juga bisa hidup sehat.

No comments:

Post a Comment