Gerakan Revolusi Mental


Akhir Oktober kemarin diadakan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKNRM). Tahun ini adalah tahun kedua dilaksanakannya PKNRM, dan Manado dipilih sebagai tuan rumah pelaksanaan event tahunan ini.

Kenapa Manado? Dalam tiga tahun terakhir, 2016-2018, Manado gencar melakukan gerakan revolusi mental, di antaranya: revolusi toilet umum bersih, gerakan bersih-bersih pantai, pembuatan e-KTP bagi pemilih pemula di 15 kabupaten/kota, juga pembuatan 500 SIM.

Masyarakat Sulut juga mempunyai filosofi Si Tou Timou Tumou To yang memiliki arti Manusia Memanusiakan Manusia. Ini merupakan prinsip yang kental dengan nilai revolusi mental, khususnya gotong royong.


Tiga rumpun nilai strategis revolusi mental:

Integritas: jujur, disiplin, dapat dipercaya, berkarakter, sportif, adil, bertanggung jawab, konsisten, taat hukum dan aturan.

Etos kerja: mandiri, kerja keras, berprestasi, gigih, pantang menyerah, berdaya saing, optimis, inovatif, kreatif, produktif, hemat, pelayanan publik prima.

Gotong royong: kerjasama kesetiakawanan, solidaritas, menghargai, perbedaan dan kemajemukan, toleransi, saling menghargai, tolong menolong, peduli.

🌼
Simpelnya, revolusi mental adalah membuang jauh kebiasaan buruk.

Sejatinya, revolusi mental bukan proyek pemerintah. 
Tetapi gerakan sosial untuk mendorong kemajuan Indonesia. 
Revolusi mental adalah proyek kita bersama.







Praktek gerakan revolusi mental di kementerian dan lembaga:

Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan:
Komitmen melakukan kemudahan usaha melalui prosedur, waktu, dan biaya, dan transparan.

Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan:
Pelayanan E-KTP, SIM keliling, dan tilang elektronik di wilayah Jakarta.

Kementerian Perhubungan:
Peningkatan sinergi penyediaan sarana dan prasarana penumpang, perbaikan akses transportasi publik.

Kementerian Koordinator Perekonomian:
One single submission (OSS) menggunakan teknologi informasi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika:
Edukasi anti hoax, peluncuran aplikasi stophoax.id, peningkatan literasi digital pada generasi muda.

Kementerian Dalam Negeri:
Komitmen melakukan kemudahan usaha melalui prosedur, waktu, dan biaya transparan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:
Penguatan pendidikan karakter, lingkungan sekolah bersih, sehat, bebas intimidasi.

Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak:
Mewujudkan lingkungan ramah anak (sekolah, kota, dll).

Kementerian Kesehatan:
Pengaduan responsif e-health, infrastruktur pelayanan publik dilengkapi sarana antri, ruang tunggu, dan layanan akses digital 24 jam, implementasi Germas.

Kementerian Koordinator Maritim:
Revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dan toilet bersih.

Kementerian Keuangan:
Layanan publik berbasis online (e-filing).

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi:
KKN Mahasiswa Tematik Revolusi Mental, pelayanan terpadu satu pintu bidang pendidikan tinggi.

Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan:
Tata kelola lahan gambut.

Kementerian Kooperasi:
Komitmen melakukan kemudahan usaha melalui prosedur, waktu, dan biaya transparan.

Kepolisian RI:
Pelaksanaan pendidikan berlalu lintas.

BPJS Kesehatan:
Iuran gotong royong BPJS, toilet bersih, call center 24 jam.

BPJS Ketenagakerjaan:
Etos kerja, pelayanan prima, respon cepat klaim dan pengaduan.

Lembaga Administrasi Negara:
Diklat revolusi mental dalam pelayanan publik.

Lihat juga: revolusimental.go.id

PKNRM tahun besok insyaallah di Jogja. Wah pengen ke sana.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah meninggalkan kritik dan saran yang santun dan membangun