Buat Apa Main Instagram?

Instagram dirilis pada 6 Oktober 2010 setelah dikembangkan oleh co-founders-nya: Kevin Systrom (@kevin) dan Mike Krieger (@mikeyk). Pada April 2012 diambil alih oleh Facebook dari Burbn Inc senilai 1 milyar USD. Namun saya baru mengenal instagram sekitar tahun 2011 atau 2012, lupa. Waktu itu saya belum sempat bikin akunnya karena belum punya ponsel pintar berbasis android/IOS. 

Menyalurkan hobi
Saya suka dengan fotografi, dan saat itu saya juga mulai belajar ngedit foto agar lebih ciamik. Jadi, dengan adanya filter-filter instagram, saya merasa itu adalah sosial media baru yang memudahkan untuk mengedit foto tanpa perlu buka aplikasi editor lain terlebih dahulu.

Tak mau menunggu sampai punya hape sendiri, saya numpang bikin akun di hape bang Rio, juga numpang main instagram di tablet adik saya yang duluan punya android sedang gawai saya kala itu berupa hape tinut tinut yang bisa nelpon, SMS, radio, serta ada sebuah game yang entah berapa kali saya tamatkan.

Terhubung dengan teman
Dikutip dari katadata.co.id, pengguna aktif Instagram terbesar berasal dari Amerika Serikat sebanyak 110 juta. Disusul Brasil dengan 57 juta pengguna aktif dan Indonesia berada di urutan ketiga dengan 55 juta. Di Indonesia, Instagram merupakan media sosial yang paling sering digunakan keempat setelah Youtube, Facebook, dan Whatsapp.
(https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/02/09/berapa-pengguna-instagram-dari-indonesia)

Sekarang teman-teman tu kalau mau tetap terhubung, lebih nanya apa akun instagram. Bukan facebook, twitter, dan lain-lain. Bukan pula nomor WhatsApp karena sifatnya lebih ke messenger kali ya. Atau cuman saya yang begini?

Sumber informasi
Pastinya ada banyak informasi yang bisa didapatkan di instagram. Mulai informasi doi yang diam-diam distalking, atau informasi bergizi yang diunggah akun semacam wowfakta, gnfi, dll. Saya suka mencari informasi program anak muda melalui apyouth.

Sumber inspirasi
Di instagram ada banyak postingan yang dapat menginspirasi. Apalagi semenjak instagram mengembangkan fitur videonya. Kita bisa lihat-lihat soal masak, musik, atau karya seni. Fitur simpan yang ada di instagram juga bisa dimanfaatkan untuk menyimpan si postingan inspiratif.

Karena gawean
Berawal dari hobi, instagram akhirnya menjadi tuntutan. Sebagai contoh kalau mau atau sedang ikut sebuah event, mesti upload di instagram juga follow akun tertentu. Buat yang yang punya usaha, instagram juga menjadi media marketing. Entah itu usaha jualan, atau usaha kepanitiaan yang mengangkat suatu acara. Entah itu usaha menjadi endorser.

Make a change

***

Kadang, instagram bisa menjadi racun pembuat candu sehingga penggunanya jadi lupa waktu. Entah kita yang membunuh waktu, atau waktu yang membunuh kita. Tergantung apa yang kita lihat di intagram itu.

Walau saya follow dan baca postingan humansofny untuk melihat berbagai sisi kehidupan orang lain agar saya lebih semangat dan bersyukur, ada kalanya sisi lain teman justru memberi toksik. Perlahan saya melirik diri sendiri. Bukan iri, tapi merasa rendah diri. Secara tak sadar, hidup menjadi kurang dinikmati. Mau unfollow, segan, sebab teman di dunia nyata pula. 

Akhirnya, saya membatasi. Membatasi igstory mana yang ingin saya lihat. Membatasi lama waktu yang saya gunakan untuk menyelam di instagram. Pernah selama beberapa hari puasa instagram, dan rasanya hidup lebih hidup. Sebab setiap orang punya cara untuk menyikapi. Sebab setiap orang punya alasan untuk membahagiakan diri. Bagaimana denganmu?

No comments:

Post a Comment