5 Tempat Makan Favorit di Jati, Padang

Jati terletak di kawasan Padang Timur, Padang, Sumatera Barat. Di sini saya tinggal semenjak kuliah. Selain saya, juga ada banyak mahasiswa yang tinggal di daerah Jati. Hal ini pun diimbangi dengan banyaknya usaha kuliner atau tempat makan di Jati. Dari sekian banyak tempat makan di Jati, ada beberapa yang menjadi tempat jajan favorit saya.

Lotek Gang Sampik


Lotek Gang Sampik hanyalah nama buatan saya, artinya Lotek Gang Sempit. Karena Lotek Gang Sampik ini terletak di sebuah gang kecil atau gang senggol menuju jalan Minahasa, Jati. Sempat pindah ke jalan Minahasa Raya yang dapat dilalui mobil, namun sekarang balik lagi ke gang sempit itu.

Di sini ada beberapa menu yang tersedia, nasi goreng, mi goreng, minas (mi dan nasi goreng), mi rebus, serta lotek. Juga ada air mineral gratis dan teh yang tidak gratis. Semuanya makanannya pernah saya coba dan enak. Harganya juga bersahabat, sekitar 10 ribu rupiah untuk seporsi.

Dikelola oleh seorang ibu, dan dibantu oleh suaminya, kadang juga ibunya ibu tersebut. Betul-betul rumahan. Pesanan pun dibikin sesudah dipesan. Jadi selain menyiapkan uang, juga harus menyiapkan kesabaran.

Tapi jangan khawatir, si ibu begitu cekatan. Saya sering menyaksikan si ibu membuat lotek. Satu per satu bahan makanan dipotong dan diletakkan di atas batu giling. Bawang putih, garam, cabe rawit, serta pilihan rempah lainnya kemudian ditambah perasan air jeruk entah jeruk nipis atau jeruk sundai, saya tak begitu perhatian, ckckck. Lalu ditambah kacang tanah yang sudah diblender serta sedikit air.

Kemudian tahu dipotong dan dimasukkan ke atas saus kacang, berserta timun, kentang, sayur lainnya, dan mi kalau mau. Bawang goreng dan kerupuk merah ditaburkan di atasnya untuk memberi rasa gurih. Si ibu juga bersih. Banyak mahasiswa, dosen, dan staf kampus yang menjadi langganan.

Ayam Penyet Akang


Tak jauh-jauh dari situ Lotek Gang Sampik, ada Ayam Penyet Akang yang banyak punya langganan. Jangan kemalaman membeli Ayam Penyet Akang, nanti kehabisan. Mohon maaf saya kurang tahu pasti kapan bukanya. Biasanya pukul 9an gitu, sampai sekitar maghrib.

Tersedia dua pilihan menu makan: ayam atau lele. Dulunya sih jual ayam aja, baru kemudian juga menjual lele. Ayam/lele bersama sambal, tahu, tempe, selada, timun, kol, dan kerupuk serta nasi  dengan taburan krenyes di atasnya. Satu porsi didapat dengan harga 15 ribu rupiah. 12 ribu rupiah kalau tak pakai nasi.

Warung Kopi Medan


Berjalan sedikit dari Minahasa ke arah Rumah Sakit M.Djamil Padang. Kita akan menemukan Warung Kopi Medan di sisi kiri jalan. Sisi kanan jalan ada parit apa sungai(?). Warkop Medan bisa dibilang kafe kecil. Ada beragam minuman dan makanan. 

Namun yang paling sering saya beli adalah nasi gurih dengan telor seharga 11 ribu rupiah. Isinya ada nasi kayak nasi uduk gitu, orak arik tempe teri kacang, bihun, buncis, serta kerupuk. Dijamin enak dan pas di kantong dengan perbandingan tempat makan yang lain.

Kedai ujung


Saya sempat menjadi saksi kedai ini berpindah tangan. Dulunya merupakan kedai kecil dengan roti kacang padi seharga seribu yang suka saya beli menjelang pergi kuliah. Setelah berpindah tangan, kedai ini masih kecil juga ukurannya, tapi lebih rame jajanannya. Ada lontong yang saya suka.

Lontongnya seharga 5 ribu apa 6 ribu rupiah, saya lupa. Tambah seribu atau 2 ribu rupiah jika pakai telur. Intinya masih di bawah 10 ribu rupiah lah. Maafkan infonya kurang akurat ya. Soalnya sudah lama saya tidak membeli lontong ini karena akhir-akhir ini sering meninggalkan Jati. 

Lokasinya segaris lurus dengan Lotek Gang Sampik. Hanya saja kedai ujung ini persis berada di ujung gang sempit tersebut. Hanya buka saat weekdays. Weekend libur, kedai ini juga libur. Pagi-pagi sudah banyak staf kampus yang sarapan di sini. Jadi, kalau mau beli lontong, harus lebih pagi pula. Kuahnya berganti setiap hari.

Suko Kopi Padang

Suko Kopi akhir 2017 dijepret oleh abang barista
Kalau yang ini sudah ada di google maps. Cari aja Suko Kopi Padang. Kafe ini terletak agak masuk ke dalam kalau dari jalan raya dan menyebrang dari 4 tempat makan di atas. Tempatnya asik buat nongkrong, diskusi santai organisasi, bahkan pernah belajar IELTS beberapa jam di sini. Ada juga buku yang bisa kita baca.

Menu di sini gak cuma ada kopi. Ada juga coklat. Serta makanan seperti nasi, mi. Harganya? Relatif murah di kantong jika dibandingkan dengan harga-harga menu di kafe lainnya. Pemilik dan orang yang kerja di sini juga ramah.

Itulah 5 tempat makan favorit saya di Jati. Sebetulnya masih ada lagi tempat makan favorit, seperti ketoprak Jati yang bukanya malam. Serta Sate Uncu yang mulai jalan sekitar pukul 17 WIB dari Jati VI kemudian sekitar magrib berada di Abdul Muis terus lanjut ke Jati V.

Sayang saya belum sempat foto tempat dan makanannya. Semoga pembaca dapat membayangkannya. Sekian Elthnad dan Lidahnya dari Jati, melaporkan.

No comments:

Post a Comment