5 Barang yang Selalu Dibawa di Tas

Kali ini saya akan berbagi mengenai barang yang ibaratnya menjadi penumpang tetap di dalam tas saya. Ke mana pun saya pergi, barang-barang ini diusahakan tak ketinggalan. Sebab kalau ketinggalan, hidup saya bak sayur tanpa garam. Duhai.

Mencoba tidak lebay, namun barang-barang yang saya maksud ini merupakan yang paling penting dari yang penting bagi saya. Barang-barang inilah yang dibawa dalam keseharian, seperti ketika jalan bersama teman, atau mungkin jalan dengan diri sendiri pada saat masturdating.

Paham kan maksudnya? Jadi kalau untuk pergi ke kampus, tinggal bawa 5 barang ini tambah buku. Kalau pergi menginap, bawa 5 barang ini tambah casan, peralatan MCK dan baju. Kalau untuk isi tas siaga, wah itu lain lagi bahasannya.

Sebab, #BPN30DayChallenge Day 8 bertopik '5 barang yang selalu ada di tas.' Beberapa gak selalu mandem di tas, karena saya keluarkan untuk saya pakai. Muehehe. Tapi gitu lah pokoknya maksudnya. Semoga bisa dimengerti. Fufu.

Anak ketek mamakai dot. Cekidot.

Kelihatan gak ranselnya?

Ponsel
Bagi sebagian orang, ponsel sudah menjadi barang primer, termasuk bagi saya. Melalui ponsel kita bisa mendapat informasi dadakan. Melalui ponsel kita bisa berkabar walau berjauhan. Apalagi ponsel pintar. Kita bisa membaca ebook, menonton, mendengar musik, memotret hal menarik.

Uang
Adakah yang gratis selain kentut? Jarang banget yang gratis di dunia ini sekarang. Walau kini sudah ada kartu yang bisa digeser-geser, atau emoney yang digunakan lewat scan barcode, uang cash masih dirasa penting karena belum semua tempat transaksi secanggih itu.

Kartu
Saya membawa KTP kalau-kalau nanti perlu. Saya membawa kartu ATM kalau-kalau nanti perlu. Kalau SIM hanya saya bawa kadang-kadang jika dirasa bakal bepergian naik kendaraan dan teman saya meminta saya yang bawa.

Minum
Membawa air minum di dalam botol atau tumblr atau apalah itu namanya merupakan jalan hemat. Sayang duit, sayang lingkungan. Setidaknya melalui langkah kecil ini, kita sudah menyumbang bantuan untuk merawat bumi menghindarkannya dari sampah plastik berlebih.

Payung
Sedia payung sebelum hujan. Cuaca kini tidak menentu. Kadang panas terik, kadang turun rintik. Payung lipat nan minimalis sebaiknya dihadirkan dalam tas. Saya juga kadang memakai payung saat panas menyengat.

Itulah 5 barang yang kerap saya bawa bepergian. Sebenarnya, ada satu lagi yang saya rasa penting. Namun belum saya beli, yaitu peluitan. Buat apa peluitan? Buat jaga-jaga aja. Mana tahu ada kemungkinan tak terduga. Saya jadi mengingat masa kecil, rasanya payung saya waktu kanak-kanak ada peluitannya.

Bagaimana denganmu? Kamu punya pendapat?

No comments:

Post a Comment