Mengukur Tinggi Ideal Anak Berdasarkan Umur

Postingan ini berkaitan dengan Jangan Sepelekan Stunting, Yuk Kenali dan Cegah.

Kategori dan Ambang Batas Status Gizi Anak Berdasarkan Indeks
Seperti pada gambar tabel di atas, ada beberapa indeks dalam mengukur status gizi anak, yaitu Berat Badan, Tinggi Badan, Berat Badan menurut Tinggi Badan, dan Indeks Massa Tubuh. Tinggi Badan sama dengan Panjang Badan. Semua pengukuran tergantung kepada usia anak.

Kali ini kita membahas stunting. Apakah semua anak pendek tergolong stunting? Berapa pendeknya ukuran tinggi badan anak sehingga dapat dikategorikan sebagai stunting?

Kita dapat memperoleh jawabannya melalui Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Kepmenkes RI) Nomor 1995/MENKES/SK/XII/2010 tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak (dapat diunduh melalui http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2011/11/buku-sk-antropometri-2010.pdf)

Standar Panjang Badan Menurut Umur
Jika nilainya minus, maka curigailah mungkin si anak mengalami kekurangan gizi. Jika -2 atau -3 SD, maka waspadalah si anak stunting. Begitu menurut WHO.

Fakta Menarik: Tinggi badan itu bukan keturunan / genetik lho. Konon dulu orang Jepang pendek-pendek. 

Bahkan, di Indonesia saja, ada anak yang lebih tinggi dari orang tuanya. Jadi, bukan mustahil kalau tinggi badan orang Indonesia menyamai tinggi badan orang-orang Barat sana. 

Berarti, makanan kita harus kita samakan sama bule-bule itu? Gak mesti sih, cuman ya harus kita sesuaikan pola makan kita. Makan makanan sehat dan gizi yang seimbang, sesuai dengan kalori yang kita gunakan untuk beraktivitas. Bolehkah kita makan banyak porsi kuli? Boleh, dengan catatan kerjanya juga banyak ngeluarin tenaga kayak kuli pula. Seimbang, kan?

Indonesia kan negeri yang kaya dengan sumber daya alam. Ada ikan di laut dan sungai (atau kolam), ada tanah yang subur. Tinggal dimanfaatkan dengan baik. Kalau kata dr. Tan, "Konsumsi dulu, baru komuditi." Iya, kayak nelayan, nyari ikan. Petani, nanam tumbuh-tumbuhan. Ingat perut sendiri dulu, yang fresh from the sea or from the garden, baru urutan selanjutnya untuk dijual.

Yuk saling mengingatkan, semoga kita tidak menjadi pribadi yang malas makan, atau malas mencari makan. Tapi, makan yang dimaksud bukan sekadar makan ya, sobat semua.

"Sehat adalah bicara 'saya makan, saya ingin sehat'. Bukan 'saya makan, saya ingin kenyang.' Kenyang aja gak cukup, cuy."
-Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum.

Percayalah, bukan mustahil tinggi badan orang Indonesia menyamai tinggi badan orang Barat. Bukankah kita berasal dari nenek moyang yang sama? Adam dan Hawa, bukan kera.

12 comments:

  1. Salam kenal yaaaa. Dan beneer.. stunting jangan dianggap sepeleee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mba Indah yang foto2 di blognya keren bikin mupeng! Terima kasih mba :) Semoga Indonesia bebas stunting suatu hari, tidak lama lagi.

      Delete
  2. Sumbernya lengkap...keren habis dah

    ReplyDelete
  3. Jadi kuatir sama si bungsu setelah baca ini...Anak sulungku(cowok) gampang sekali makan Mbak, jadi kini saat 13 tahun tingginya sudah hampir 170 cmm..hampir setinggi Bapaknya. lha si bungsu, Gerakan Tutup Mulut melulu hiks...pusiiing !!
    Makasih sudah mengulas ini Mbak..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mungkin dikreasikan lagi menunya kali ya mba? Hehe

      Delete
  4. Banyak postingan nadella abis temu blogger kmrn ya

    ReplyDelete
  5. baru tau stunting itu apaan, nice sgt bermanfaat :D

    ReplyDelete
  6. Saya save ya tabel2nya... Makasih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan Mba :) Kalau mau yang lebih lengkap, bisa diunduh aja dokumennya Mba ^_^ Terima kasih udah berkunjung dan meninggalkan komentarnya Mba :D

      Delete