-->

Ngabuburit Asik: Nge-mading

Mading: Majalah dinding. Well, dewasa ini mading bukan sekadar majalah yang isinya artikel-artikel. Mading juga bukan hanya ada di sekolah atau kampus atau kantor. Mading juga bisa kita bikin di kamar kita sendiri.

Mading: Majalah dinding
Mading bisa berisi tulisan cita-cita, kata-kata penyemangat, kata-kata pelipur hati, kisi-kisi ulangan, jadwal, tulisan dari orang penting, foto-foto, beberapa kamus kata-kata asing, dan lain sebagainya (baca di Bikin Mading Kece Yuk!). Namun, printilan-printilan yang saya tempel di kamar lebih sederhana.

Mading: Majalah dinding
Mading kamar saya mungkin terlihat lebih minimalis, gak banyak printilan. PS: Maafkan gambarnya yang kurang tajam, dan rada buram. Maklum, kameranya agak noisy dan ada jejak retakan di kamera yang saya samarkan demi nilai estetika. Ehe. Mading kamar saya berisi kalender. Terlihat di gambar ada dua kalender. Satu kalender bulanan, dan satunya lagi kalender tahunan. Iya, kalender tahunan yang di sana memang tahun 2016. Saya gak punya kelander tahun 2017 di kamar. Cuman ada di hape dan laptop.

Kalender bulanan itu schedule board saya. Berisi apa-apa yang mesti dilakukan, jadwal-jadwal saya, deadline, atau kadang hari penting. Jadwal harian sih gak masuk, soalnya udah tercatat di otak saya. Maklum, orangnya masih lebih suka lihat yang ginian dibanding yang lebih versi digital di ponsel pintar, misalnya. Selain itu juga ada beberapa kata motivasi atau quotes yang terselip di sana.

Kalender tahun 2016 itu menjadi semacam alas untuk beberapa tulisan penting saya. Di sudut kiri, ada tiga buah kertas yang baru saya tempel, kata-kata pembakar. Ini saya bagikan kata-katanya:

Jangan kasi kendor!
Just do it!
Teruslah berkarya!
Be productive everyday!
Do what is right, not what is easy.

Ampuhkah untuk semangat saya? Ampuh, cukup ampuh. Tapi dosisnya rendah. Jadi, harus dikasi suplemen semangat yang lain. Ya, setidaknya nilainya bukan nol.

Tadi saya sempat membaca tulisan Terlalu Sibuk untuk Menulis? Atur Waktu Kamu dengan Cara Ini-nya Mba Dyah Rinni. Cara pertama cukup membakar saya. Temukan alasan kamu harus menulis.

Kemudian barulah cara-cara seperti menentukan waktu, membuat target, menyusun strategi, dan terakhir berikan hadiah untuk dirimu sendiri. Terakhir, Mba Dyah memberi closing statement:

If writing seems hard, it's because it is hard. It's one of the hardest things people do. Tetapi jika kamu percaya pada apa yang kamu tulis, percaya bahwa kamu harus menulis, dan jika kamu terus konsisten menulis, kamu bisa mencapai kata tamat.

Semangat kadang seperti iman: naik-turun. Perlu dicas terus. Mohon doanya untuk semangat dan kelancaran tugas akhir saya.

Salam! Semoga hari-hari kita menyenangkan, produkif, dan waktu terbagi dengan baik.

Ini ngabuburitku. Gimana ngabuburitmu?

Baca: Ngabuburit Asik lainnya

No comments:

Post a Comment