Perkembangan Desain Grafis

Desain grafis, menurut Wikipedia bahasa Indonesia adalah suatu proses komunikasi menggunakan elemen visual seperti tulisan, bentuk, dan gambar yang dimaksudkan untuk menciptakan persepsi akan suatu pesan yang akan disampaikan. Bidang ini melibatkan komunikasi visual, dengan kata lain, desain grafis merupakan cara penyampaian informasi secara visual dengan mengkombinasikan tulisan, bentuk, dan atau gambar.

desain grafis

Sejarah  Desain Grafis

Sejarah desain grafis tak bisa dipisahkan dari sejarah perkembangan seni rupa. Konon katanya, produk komunikasi visual tertua di dunia terdapat di Lascaux, Perancis, yaitu pada lukisan di dinding gua yang diperkirakan dibuat pada tahun 15.000SM - 10.000SM. Lukisan itu berupa simbol-simbol yang menjadi cikal bakal aksara. Kemudian sejarah pun berkembang, pada tahun 1890-an, Morris mempublikasikan buku karya gerakan Arts and Crafts dan membuat buku dengan desain yang lebih bagus yang kemudian dijual kepada orang-orang kaya.

Kemudian desain grafis pun berkembang ke ranah industri. Seiring dengan itu dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, media desain grafis pun berkembang dari media statis seperti buku, majalah, brosur, ke media elektronik.

Sejarah Desain Grafis di Indonesia

Pada awalnya, aplikasi desain grafis banyak dipergunakan dalam bidang periklanan (seni reklame). FYI, iklan pertama Hindia-Belanda terbit pada Agustus 1744. Perintisnya adalah Jan Pieterzon Coen. Dia adalah pendiri Batavia dan Gubernur Jenderal Hindia Belanda tahun 1619-1629. 

Pada tahun 1938, berdirilah sebuah persatuan ahli gambar Indonesia (PERSAGI) di Jakarta dengan beranggotakan kurang lebih 30 orang pelukis. Serikat ini dianggap sebagai awal seni rupa modern Indonesia. Para seniman PERSAGI membangun gaya Indonesia baru yang dikembangkan dari panduan antara nilai estetik tradisi dengan nilai estetik modern.

Pada 1 Agustus 1947, berdirilah Balai Pendidikan Universiter Guru Gambar di bawah Fakultas Ilmu Pengetahuan Teknik Universitas Indonesia di Bandung yang menjadi cikal bakal Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Di sinilah dikembangkan dan disalurkannya ilmu pengetahuan mengenai seni rupa, seni lukis, dan arsitektur. Pada tanggal 15 Desember 1949, didirikan pulalah Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI), yang diresmikan satu bulan kemudian. Pada 1959, ITB berdiri.

Kemudian desain grafis dalam disiplin ilmunya tidak lagi bersatu dengan disiplin seni reklame, namun sudah terpisah menjadi satu ilmu mandiri, yang saat ini berkembang dengan nama Desain Komunikasi Visual. Kabarnya, pemisahan ini diinisiasi olah ITB dan ISI Jogja (dulu namanya ASRI).

Dunia pendidikan seni rupa dan desain pun mengalami perkembangan. Pada tahun 1969, Fakultas Teknik Universitas Trisakti membuka departemen baru, yaitu Departemen Seni Rupa. Tak lama setelah itu pula, dibukanya program studi Desain Grafis di ITB. Kemudian pada 1970, berdiri pula Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) yang pada tahun 1976, untuk memenuhi persyaratan sebuah perguruan tinggi, lembaga ini dirubah menjadi Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Pada bulan Juni 1980, diselenggarakan untuk pertama kalinya di Indonesia, pameran desain grafis oleh Gauri Nasution, Hanny Kardinata, dan Didit Chris. Kemudian pada September 1980 dibuatlah sebuah persatuan yang diberi nama IPGI (Ikatan Perancang Grafis Indonesia).

Desain Grafis Masa Kini

Saat ini, karya-karya desain grafis sudah bertebaran di mana-mana. Semua ada di sekitar kita, menemani keseharian kita. Mulai dari bangun tidur, lihatlah seprei kasur yang penuh corak itu. Bisa jadi itu merupakan salah satu karya desain grafis. Atau desain poster yang ada di kamar. Atau kecilnya, logo-logo peralatan sehari-hari yang kita gunakan. Semuanya mengandung desain grafis. Keluar rumah, melihat baliho, flyer di jalan, stiker di kendaraan, atau sentuhan grafiti di truk maupun tembok. Itu juga merupakan produk desain grafis.

graphic design is everywhere
Berkembangnya teknologi dan dengan adanya media sosial serta aplikasi-aplikasi atau software yang semakin marak baik software profesional maupun untuk pemula, baik untuk PC atau pada ponsel, mendorong masyarakat luas untuk berkreasi dan menuangkan idenya, dan membuat karya grafisnya sendiri. Hal ini pun mendorong masyarakat untuk terus mengasah kemampuannya dan belajar desain grafis secara lebih mendalam. 

Pada era ekonomi kreatif ini, profesi-profesi di bidang kreatif atau pekerja seni pun menjadi suatu pilihan utama bagi sebagian orang. Memiliki kemampuan dalam hal desain grafis menjadikan seseorang mempunyai nilai plus layaknya ia mempunyai tambahan ilmu. Sebab, dengan memiliki kemampuan desain grafis, seseorang dapat lebih mandiri dalam membuat seni grafis, menciptakan brandingnya sendiri di era digital ini, dapat membuat logo sendiri jika berniat merintis usaha, atau memenuhi permintaan klien dengan menjadi seorang freelancer, membuat desain baju sendiri, atau mungkin untuk sekadar berkarya.

Sekarang ini pun, jika ingin belajar desain grafis tanpa kuliah di jurusan desain, masih bisa kursus desain grafis. Bahkan tidak sedikit orang yang ikut kursus desain grafis demi memperdalam ilmunya di bidang ini. Kebanyakan dari mereka ingin lebih mendalami software seperti Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Corel Draw, InDesign, Flash, dan lain-lain. Terlebih pada umumnya kursus desain grafis ini tidak mempersyaratkan usia maupun aktivitas keseharian /profesi. Sehingga dapat diikuti oleh anak kecil, orang dewasa, atau orang yang sudah bisa dikatakan lanjut usia.

Melalui desain grafis, kita bisa menambah kreativitas. Kreativitas itu bisa digunakan untuk diri sendiri, ataupun untuk umat banyak. Atau keduanya. Karena desain grafis merupakan media komunikasi guna penyampaian informasi, persuasi, maupun perintah dengan cara yang kreatif.

Do your creativity to change your society - Ridwan Kamil

Desain grafis terus berkembang dari yang sederhana menjadi semakin kreatif, dan semakin kreatif. Seperti halnya kreativitas itu sendiri yang terus dikembangkan oleh empunya.

Lalu bagaimana denganmu? Tertarikkah untuk belajar desain grafis? (Iya, kamu).

***

6 comments:

  1. Mantap nih menambah pengetahuan kebetulan lagi mempelajari grafik juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantap, semangat ya belajar desain grafisnya

      Delete
  2. Saya sangat tertarik Mba^^ tfs yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih sudah singgah dan meninggalkan jejaknya Mba

      Delete
  3. saya belajar desain grafis sedikit-sedikit secara otodidak, pengen deh belajar serius kursus gitu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga suatu saat punya kesempatan ya Mba

      Delete