Antara Skripsi dan Karir

Selamat datang di blog ini! Perkenalkan, saya adalah seorang mahasiswa -yang bisa dikatakan- mahasiswa tahun akhir. Sekarang sedang masa-masanya menggarap tugas akhir yang biasa disebut skripsi. Sekarang, sedang marak-maraknya pertanyaan itu mampir di telinga: "kapan wisuda?". Pertanyaan yang dijawab dengan senyum dan permohonan doa. Jawaban, yang dibalas dengan kata semangat, atau kadang kala desakan, atau keduanya. Terimakasih, terimakasih, terimakasih telah memperhatikan saya ^^ Saya masih berada di posisi yang woles, tenang, gak dibawa pusing (i mean, bukan berarti gak dipikirin), dan gak merasa risih juga kok sama pertanyaan itu. Hidup memang begitu kan ya? Masyarakat atau society akan selalu punya pertanyaan. Kapan wisuda, kapan nikah, kapan punya anak.

Bagi saya, hidup saya bukan untuk berpacu dengan hidup orang lain. Pun berpacu dengan waktu yang dibuat oleh society. Bukan berpacu menggapai standar-standar masyarakat luas. Bahwa kuliah itu empat tahun, kuliah sarjana tiga setengah tahun itu luar biasa, pinter, setelah kuliah kerja atau nikah, kerja itu yang tampak kasat mata, masyarakat kadang tak tahu dengan kerja freelance, dan lain-lain.


Saya hanya berusaha mencapai target-target saya sebelum deadline yang saya buat, dengan cara dan standar hidup saya. Ini bukan tentang standar hidup siapa yang lebih tinggi atau lebih rendah, saya atau masyarakat. Tapi tentang cara hidup. Jika ada yang merasa bahwa saya begitu santai, well, sebetulnya tidak sesantai itu, sodara-sodara. Saya hanya ingin menikmati, tanpa terburu-buru. Bukan berarti gak ngegas atau saya kendor.

Berbicara soal karir, bagi saya, kuliah bukan sekadar untuk karir. Bagi saya, kuliah itu lebih ke pengembangan pola pikir. Terutama dengan terjun ke organisasi atau komunitas yang positif yang ada di kampus atau luar kampus, bermanfaat sekali dalam mengembangkan pola pikir, wawasan, dan juga dapat membentuk karakter. Oleh karena itu, saya jalani saja hidup dan kuliah ini dengan selow, gak terlalu menargetkan dan memaksa diri agar tamat tiga setengah tahun lalu cari kerja, mengumpulkan uang banyak-banyak. Menurut saya, hidup di dunia hanya satu kali, nikmatilah, dan jadilah pribadi yang bermanfaat yang menjalani hidup dengan nikmat. Kembangkanlah diri, mengexplore hal-hal baru.


Tak dipungkiri juga, bahwa bertanggung jawab kepada orang tua yang telah mengkuliahkan itu penting. Walau bagaimana pun, menyelesaikan kuliah adalah amanah dari orang tua. Karir dan uang itu penting juga. Jaman sekarang apa apa perlu uang, bukan? Maka memang beruntunglah, orang-orang yang mendapatkan penghasilan dari apa yang disukainya. 
Menyelesaikan skripsi dapat dikatakan sebagai pembuktian kepada diri sendiri kalau kita bisa. Haruskah? Kenapa harus membuktikan kepada diri sendiri? Ya kenapa enggak?

Apakah harus cepat-cepat? Literally, tergantung diri sendiri. Kalau saya sih, mikirnya, nikmatin aja. Bukan berarti lama-lama di zona nyaman. Zona nyaman adalah zona yang tak berprogress. Namun, berprogresslah, dan nikmatilah prosesnya. Produktiflah, dan nikmatilah pekerjaan itu. Kegigihan dan tahan banting. Kalau ada masalah, hadapi. Hidup gak selalu mulus. Ini dunia. Jangan dengerin kata-kata orang yang menjatuhkan.


Kuliah adalah sesuatu yang penting, karena pendidikan itu penting. Tetapi kuliah bukanlah suatu hal yang wajib menurut saya. Entah mungkin suatu saat pemerintah akan mewajibkan. Kuliah tetaplah hal yang baik, bukan sekadar untuk karir. Namun untuk pendidikan itu sendiri. Begitu pula dengan karir, yang gak harus kuliah dulu.



"Manusia hidupnya tidak diselamatkan oleh pendidikan, tetapi dengan keterampilan"
-Sebuah tulisan di koran, yang disampaikan oleh Gde Prama, seorang penulis buku sekaligus motivator pada acara Kick Andy ep Laskar Pelangi-

Keterampilan didapatkan dari pendidikan. Hidup manusia tidak diselamatkan dari pendidikan yang tinggi, tapi dari keterampilan yang ia miliki. Mungkin saja makna dari kata pendidikan di atas adalah ijazah. Di mana saat ini pendidikan kadang dapat menjadi sakadar hitam di atas putih, beda dengan keterampilan yang susah untuk dicurangi. Tapi sebelum tulisan ini tambah melebar kemana-mana, ini bisa pula diartikan sebagai keterampilan yang paling diutamakan sebelum (ijazah) pendidikan dalam menyelamatkan hidup kita. Pun ketika (ijazah) pendidikan telah didapat, tetaplah keterampilan yang diutamakan.

Singkatnya, saya sebagai mahasiswa tahun akhir yang berusaha menikmati hidup ini, kerap sekali saya berpikir bahwa kuliah bukan sekadar untuk kerja. Karena kerja tak harus dari kuliah. Ini kalau kita berbicara soal konteks kerja secara umum, bukan kerja spesifik dengan segala persyaratan pendidikan. Lalu, kerja apa yang bisa dilakukan? Banyak. Saya sering mendapatkan info peluang kerja buat yang belum sarjana, ada yang jadi enumerator, ada yang jadi guru les, guru ngaji, ada yang punya project sana sini. Ditambah lagi pada jaman digital ini, internet bukan lagi kebutuhan tertier, karena masyarakat semakin butuh internet, contohnya untuk mendapatkan penghasilan melalui internet. Caranya? Dua kata: Bisnis online!

Ya, sederhananya bisnis online adalah bisnis yang dilakukan secara online, melalui internet. Bisnis ini dapat dilakukan oleh mahasiswa atau siapapun, dengan syarat yaitu mempunyai koneksi internet. Melalui bisnis online, hal-hal yang dapat kita lakukan di antaranya adalah berjualan secara online, di mana pembeli akan melihat barang-barang jualan via internet, atau bisa juga kita memasarkan jasa kita lewat internet. Seperti jasa kursus online, contohnya Ruang Guru. Atau bisa juga memjual jasa pembuatan desain grafis, hingga jual stok desain grafis. Bagi yang jago ngoding, bisa menjual jasa web developer atau menjual template blog. Semua serba online, semua dengan internet.


Ngomong-ngomong soal blog, hal yang satu ini adalah salah satu bisnis online yang tengah saya usahakan. Melalui blog, kita dapat melakukan bisnis online untuk menambah penghasilan. Melalui blog, kita dapat memasarkan produk atau jasa. Melalui blog, kita dapat beraffiliasi dengan cara memasang iklan di blog. Melalui blog, kita bisa mendapat penghasilan dengan cara mereview suatu produk atapun jasa. Beberapa lomba blog yang diikuti juga merupakan peluang untuk menambah pemasukan.



Tips internet marketing

Ada beberapa tips mengenai internet marketing dalam melakukan bisnis online untuk kamu yang mempunyai bisnis kecil-kecilan:

  1. Gunakan username yang sama untuk semua platform. Ini sama dengan branding. Jadi masyarakat akan mengingat kamu dengan mudah.
  2. Letakkan follow button di website-mu. Jadi orang-orang akan mudah menemukan sosial media kamu. Ini dapat meningkatkan follower kamu, dan semakin banyak follower, semakin baik dalam melakukan promosi.
  3. Belajar dari orang lain bagaimana pola-pola mereka dalam mengembangkan usaha, bagaimana pola-pola mereka dalam marketing.
  4. Sering-sering posting di sosial media (atau platform lain). Ini dapat menunjukkan kalau kita itu aktif. Pastikan bukan spamming.
  5. Sering-sering posting itu boleh, tapi perhatikan pula waktu memposting. Ada waktu-waktu emas di mana banyak orang sedang online. Pagi sekitar pukul 6 misalnya, atau ketika tengah hari saat makan siang, atau ketika menjelang tidur.
  6. Cari tahu apa yang sedang ngetrend. Tentu saja ini berguna. Siapa yang tidak tahu apa korelasi trend dengan promosi/pemasaran?
  7. Menjadi orang yang ramah, merespon orang-orang, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang datang.
  8. 80% nilai, 20% promosi. Jangan kebanyakan promosi juga. Perhatikan pula soal kualitas.


Ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh mahasiswa untuk karir. Karir jalan, kuliah jalan, tugas akhir jalan. Jalani apa yang disenangi dengan syarat itu masih dalam hal yang positif. Kuliah bukan sekadar untuk karir. Karir tak harus setelah kuliah.



Make your own luck

Sekian, jika ada kritik dan saran, silahkan tulis di kolom komentar. Terimakasih telah singgah dan membaca, salam sukses!



***

Tulisan ini dipersembahkan untukmu, dan untuk Dumet School Blog Competition


8 comments:

  1. setuju mbak, dulu jaman-jaman skripsi juga sering banget dapet pertnyaan macam itu. lulus kapan? wisuda kapan? skripsi sampai bab berapa? kok ngga selesai-selesai?
    dalam hati mah, sini juga masih ngerjain kali. santai ntar juga kelar.

    tapi kadang masyarakat taunya kalo ngga/belum wisuda, pasti ini anak ngga niat ngerjain skripsi. padahaaaaal... pusing setengah mati revisi, dosen susah di temui, dll:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe. Iya Mas. Padahal jalan hidup tiap orang beda-beda ya Mas :D

      Delete
  2. iya tuh, aplagi pernah saya diceritakan dari kk angkatan ataas, kalo belum wisuda itu susah ya dapetin anak cewe wkkwk, orang tua sekarang mikirnya yang berpendidikan tinggi... memang sih kek gitu tapi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha tergantung cara ngepropos-nya bukan Mas? Kalau udah s1, kadang dianggap lebih "menjual" wkwk. Btw tapi apa Mas?

      Delete
  3. Keren mbak, setuju banget dengan opininya mbak!

    ReplyDelete
  4. Wah syukur deh sudah wisuda haha, skripsi mah yang penting dikerjakan aja sih, dan selesai, benar atau nggak urusan belakang haha. Soal revisi, Alhamdulillah tidak terlalu berat dan banyak revisinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha "just do it" aja ya mas Dir. Siap, makasi mas Dir 👍🏻

      Delete