-->

Yuk Wakaf

yuk wakaf
Padang--Sabtu, 24/12 2017
Saya mengikuti Training Yuk Wakaf. Training ini merupakan salah satu training dari rangkaian roadshow training for training oleh Yuk Wakaf. Selain Padang, training ini juga dilaksanakan di Medan, Serang, Semarang, Jakarta, dan Palembang. Diisi oleh ustadz Son Haji sebagai pemateri. Di Padang, acara ini dilaksanakan di hotel Rang Kayo Basa.

Kenapa Wakaf?

Harta merupakan salah satu hal yang ditanya di alam barzah atau alam kubur nanti. Kelak akan ditanya "darimana hartamu kamu dapatkan" dan "ke mana hartamu kamu keluarkan". Zakat adalah harta yang dikeluarkan karena kewajiban. Wakaf adalah harta yang dikeluarkan karena keikhlasan, artinya tidak wajib. Tidak wajib, namun bukan berarti tidak penting. Lalu apa bedanya dengan sedekah? Kalau sedekah itu tidak ada pengelolaannya. Sedangkan wakaf itu ada pengelolaannya.

Wakaf, dalam kamus istilah fiqh adalah memindahkan hak milik pribadi menjadi hak milik suatu badan pengelola. Nah, nanti badan pengelola ini akan mengelola dana wakaf untuk kemaslahatan umat. Wakaf itu tidak sesempit rumah ibadah, sumur, jalan, tanah, namun ruang lingkup wakaf itu luas. 

Wakaf itu bisa properti seperti ruko, rumah sewa, rumah sehat, lembaga pengembangan insani, lembaga pendidikan, sarana olahraga, fasilitas pelayanan kesehatan, dan sebagainya. Nah, hal ini bisa berkembang/dikembangkan, sehingga aset wakaf dapat bertambah. Ini disebut dengan wakaf produktif. Nah, jika begitu bagaimana pengelolaan harta wakaf tersebut? Untuk surplus wakaf produktif, 60% itu utuk maufuq'alaih (penerima wakaf), 30% untuk pengembangan modal agar terus produktif, dan 10% untuk nadzir (insentif/fundraiser).

Dalam wakaf, ada istilah "ruslah" yaitu menjual aset wakaf. Tapi ini dilakukan dengan syarat. Hal ini dapat terjadi, contooh: jika tanah wakaf sulit diakses, sehingga mau dibikin jadi wakaf produktif pun susah. Maka bisa ruslah dengan syarat harus ada izin dari waqif kalau boleh diruslah dalam kondisi tertentu, dengan catatan, asalkan tidak mengesampingkan kepentingan umat.

Ada lagi, wakaf itu ada pula yang berjangka. Contohnya, pengusaha ruko yang mewakafkan rukonya tapi dengan syarat bagi hasil. Namun, sewaktu ia sudah meninggal dunia, ruko sepenuhnya diwakafkan. Namun tetap harus ada pencatatannya.

Bahkan di Mesir, ada badan wakaf yang bahkan dapat meng-cover kas negara jika terjadi callaps/down.

Wakaf pun merupakan salah satu dari amal yang tidak terputus karena dapat termasuk ke dalam sedekah jariyah (sedekah untuk kepentingan umat). Bagaimana? Selengkapnya coba cek www.yukwakaf.com

- Bahagiamu lengkap dengan wakaf -

No comments:

Post a Comment