Terimakasih 18

"Pendewasaan di masa setengah bahagia"
Hmm. Setengah bahagia?
Yap...

Mari kita kembali ke tiga tahun silam,
Dua ribu tiga belas,
Bulan ke-lima tahun dua ribu tiga belas.
Kembali ke Mei 2013 yang bersejarah.

Mungkin teman-teman semua merasa kecewa, sedih, dan apalah namanya itu ketika mendapati diri teman-teman tidak lulus SNMPTN yang pengumumannya baru-baru ini. Aku tahu apa yang kalian rasakan. Karena aku juga begitu, dulu, di Mei 2013, di hari ulangtahunku.

Seperti biasa, menumpahkan semua perasaanku dalam bentuk tulisan. Aku menumpahkannya kepada sebuah buku isi 100 lembar -yang mana sudah tak utuh 100 lembar lagi-. Buku lusuh itu masih aku simpan, menemaniku, untuk membuatku bernostalgia sendiri, juga mengingatkanku dengan semua motivasi yang pernah kutulis di situ.

And I've ever written...

Sekarang aku mengerti, bahwa kado ulang tahun itu tidak harus yang dapat membuat kita tertawa, girang, dan membuat kita senang karena kita mendapatkan apa yang kita sukai, apa yang selama ini kita idam-idamkan

Orang yang berhasil, orang yang terkenal, orang itu tidak melakukan semuanya dengan instant. Mungkin mereka sedikit lebih beruntung, namun bukan berarti aku kalah. Aku hanya sedikit terlambat untuk menyandang gelar 'Mahasiswi 2013'

TENANG. Tak perlu cemas Kecemasan hanya akan membuatmu tidak konsen pada tujuanmu. Kamu gak sendiri kok. Masih banyak yang lain yang belum lulus. Kalian akan lulus. Kalian juga nantinya bakal merasakan bagaimana rasanya lulus.

Terimakasih ya Allah, atas 18 yang kujumpai.
Terimakasih atas pelajaran yang kudapat di awal umur 18 ini.
Jadikanlah aku pribadi yang senantiasa bersyukur.
Jadikanlah aku pribadi yang selalu berpegang teguh pada ikatanMu.
Jadikanlah aku pribadi yang lebih baik.
Aamiin.

Lalu di mana letak bahagianya?
Apakah sebuah rasa bahagia itu bisa dideskripsikan dengan perasaan berbunga-bunga saja?
Mungkin.

Bagaimana bisa kumasukkan cerita ini sebagai ulang tahun yang membahagiakan? Bahkan untuk kategori ulang tahun yang paling membahagiakan? 
Gak. Aku gak maksa, kok.

Bagiku, ulang tahun ke-18 tahun ini begitu spesial, momentum bersejarah di atas momentum bersejarah.

Lagi-lagi, pertanyaan itu: di mana letak bahagianya?
Jawabannya: 
Di masa depan.
Sekarang.
Selanjutnya.

Karena pada akhirnya goresan sejarah itu membentuk sebuah kenangan manis. Aku bahagia.

Aku menyadari bahwa di bulan ini pada tiga tahun silam sungguh yang paling spesial, dan... paling membahagiakan.

Gila memang, tapi inilah kenyataannya.
Gila memang,
Pada hari di mana lengkung bulan sabit di atas dagu melengkung ke atas,
Sedang cairan bening keluar dari sudut mata dan jatuh ke pipi.
Kemudian ia kusebut sebagai ulang tahun yang paling membahagiakan.

Kenapa tidak?
Aku bahagia bisa banyak belajar.
Tentang usaha yang keras,
Tentang doa yang kuat,
Tentang kerendahan hati,
Tentang pemahaman,
Tentang rasa menghargai,
Tentang... tentang... tentang...

Kenapa tidak?
Ulang tahun ke-18 ialah yang paling membahagiakan
Hanya saja aku baru menyadarinya sekarang

Karena bahagiaku sedang dibangun dan terus dibangun atas keterpurukan tiga tahun silam
Kini masa itu membentukku menjadi pribadi yang lebih mengerti,
Bahwa aku butuh usaha lebih keras
Aku harus rajin beribadah, mendekatkan diri dengan Sang Pencipta
Aku menjadi tak merendahkan beberapa jurusan yang pernah kuremehkan,
Mereka pun telah berjuang mendapatkannya,

Aku banyak belajar dari ulang tahunku itu
Aku menjadi paham, dan aku bahagia.
Ulang tahun itu adalah ulang tahunku yang paling membahagiakan.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog ulang tahun ke lima Warung Blogger



No comments:

Post a Comment